oleh

Bonyok Muka Ratna Mirip Bengkak Oplas, Kabar Pengeroyokan Diduga Hoaks

-Nasional-140 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Kabar pengeroyokan terhadap aktivis gaek Ratna Sarumpaet menarik perhatian banyak pihak. Salah satunya musisi yang juga berprofesi sebagai dokter bedah, Tompi.

Melalui laman Twitternya, @dr_tompi, dia berharap kebenaran kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet bisa diusut secara tuntas. Tapi jika ternyata kasus tersebut hanyalah kebohongan alias hoaks, maka dia meminta pihak-pihak yang merekayasa kasus tersebut dihukum dengan tegas.

“Spekulasi netijen berkembang ttg kondisi @RatnaSpaet , ada yg menduga itu bukan dihajar tp bagian proses pasca operasi. Entahlah…semoga kebenaran terungkap. Kl emang ada orng jahat menghajar—HUKUM ! Kl memang ada yg membodohi rakyat dg info palsu —-HUKUM,” tulis Tompi.

Namun Tompi memberikan spekulasi lain soal penyebab wajah Ratna Sarumpaet yang terlihat babak belur (bengkak). Dia menyebutkan bengkak yang dialami Ratna mirip bentuk memar wajah pada pasien yang melakukan operasi plastik (oplas) kantung mata dan facelift.

“Semua pasian pasca operasi plastk pasti bengkak. Gambarnya ya begitu,” katanya.

Meski menyebut bengkak pada wajah Ratna Sarumpaet mirip reaksi yang timbul dari bekas operasi plastik, namun Tompi mengatakan hal tersebut perlu ditelusuri lagi ke Rumah Sakit tempat Ratna mengaku dirawat usai mengalami pengeroyokan.

“Lebih baik terlusuri RD-nya cari tahu bener nggak ke situ,” ujar Tompi.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, ikut berkomentar mengenai kasus ini. Dia mengutuk dugaan penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet. Namun jika kejadian yang menimpa Ratna Sarumpaet ini hanya permainan politik belaka, Mahfud meminta agar para pemain politiknya yang dikutuk.

Mahfud juga mengulang perkataan rekannya, seorang dokter ahli bedah, yang mengungkap keanehan pada bentuk bengkak Ratna. Dokter tersebut merasa heran melihat bentuk bengkak yang sama antara mata kiri dan kanan.

“Memang, makanya dokter itu bilang aneh, bukan bilang rekayasa. Sy tetap pd pendirian: jika @RatnaSpaet benar dianiaya sekeji itu, ya, kita kutuk pelakunya dan polisi hrs menangkapnya. Tp kalau itu rekayasa mainan politik ya kita kutuk perekayasanya dan polisi hrs memeriksanya,” cuit Mahfud MD dalam akun twitternya.

Namun mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli tidak yakin dengan kabar Ratna Sarumpaet melakukan operasi plastik.

“Tega-teganya bilang ini permainan operasi plastik. Ratna tuh sudah 70 tahun mau operasi plastik apa, dia juga bukan perempuan genit,” ujar Rizal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (3/10/3018).

Dia menilai operasi plastik seharusnya hasilnya estetis, bukan seperti babak belur. “Kalau ada dokter operasi plastik hasilnya ada kayak gitu, yang punya klinik kecantikannya bangkrut,” katanya.

Diduga Hoaks

Kabar pengeroyokan yang mengakibatkan wajah Ratna Sarumpaet bonyok cukup membingungkan pihak kepolisian. Sebab Polda Jawa Barat tidak menemukan ada jejak penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet.

Kepolisian telah menelusuri jejak Ratna Sarumpaet di Bandung mulai 21 September hingga Selasa 2 Oktober, termasuk melakukan pengecekan ke seluruh rumah sakit yang ada di seluruh Kota Bandung. Hasilnya, tidak ada nama Ratna Sarumpaet tercantum sebagai pasien.

“Sampai saat ini dicek di Rumah Sakit Hasan Sadikin dan beberapa rumah sakit di Bandung tidak ada nama Ratna Sarumpaet dirawat,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Umar Surya Fana, beberapa saat lalu.

Demikian juga dengan pihak Bandara Husien Sastranegara. saat pihak manajemen bandara melakukan pengecekan lewat kamera CCTV, ternyata tidak ditemukan aksi pengeroyokan yang disebut-sebut terjadi di halaman parkir bandara tersebut.

Pihak Bandara juga melakukan pengecekan terhadap daftar penumpang layanan penerbangan pada hari di mana terjadi aksi pemukulan tersebut. Hasilnya tak ada nama Ratna Sarumpaet terdaftar sebagai calon penumpang.

Berbekal tidak adanya rekaman CCTV dan tidak adanya nama Ratna itu, pihak Bandara berani memastikan bila kabar penganiayaan terhadap Ratna adalah hoaks.

“Informasi pengeroyokan di Bandara Husein, hoaks,” kata General Manager Bandara Husein Sastranegara Angkasa Pura II, Andika Nuryaman, Selasa (2/10/2018) kemarin.

Nah, kalau sudah begini, mau bagaimana lagi? (hadi)

Baca juga: http://radarpagi.com/tangis-pengungsi-sambut-kedatangan-jokowi-di-palu/

Baca juga: http://radarpagi.com/usut-tuntas-penganiayaan-ratna-sarumpaet-gerindra-jokowi-harus-tanggung-jawab-kapolri-harus-mundur/

News Feed