oleh

Misteri Ratna Sarumpaet: Tidak Ditemukan Jejak Pengeroyokan

-Nasional-574 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Pengakuan aktivis gaek Ratna Sarumpaet bila dirinya mengalami penganiayaan di halaman parkir Bandara Husien Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada 21 September silam, menimbulkan tanda tanya besar bagi penyidik kepolisian.

Polda Jawa Barat mengaku tidak menemukan ada jejak penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet.

Kepolisian telah menelusuri jejak Ratna Sarumpaet di Bandung mulai 21 September hingga Selasa 2 Oktober, termasuk melakukan pengecekan ke seluruh rumah sakit yang ada di seluruh Kota Bandung. Hasilnya, tidak ada nama Ratna Sarumpaet tercantum sebagai pasien.

“Sampai saat ini dicek di Rumah Sakit Hasan Sadikin dan beberapa rumah sakit di Bandung tidak ada nama Ratna Sarumpaet dirawat,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Umar Surya Fana, beberapa saat lalu.

Saat ini, Kata Umar, jajarannya melakukan penyisiran ke klinik-klinik kesehatan untuk mencari tahu apakah Ratna pernah berobat ke sana.

Yang jelas, sambung Umar, tidak ada laporan kepolisian yang masuk di tingkat polsek, polrestabes hingga Polda Jawa Barat atas penganiayaan tersebut.

Pihak Bandara Tidak Temukan Rekaman CCTV

Demikian juga dengan pihak Bandara Husien Sastranegara. saat pihak manajemen bandara melakukan pengecekan lewat kamera CCTV, ternyata tidak ditemukan aksi pengeroyokan tersebut.

Pihak Bandara juga melakukan pengecekan terhadap daftar penumpang layanan penerbangan pada hari di mana terjadi aksi pemukulan tersebut. Hasilnya tak ada nama Ratna Sarumpaet terdaftar sebagai calon penumpang.

Berbekal tidak adanya rekaman CCTV dan tidak adanya nama Ratna itu, pihak Bandara berani memastikan bila kabar penganiayaan terhadap Ratna adalah hoaks.

“Informasi pengeroyokan di Bandara Husein, hoaks,” kata General Manager Bandara Husein Sastranegara Angkasa Pura II, Andika Nuryaman, Selasa (2/10/2018).

Sebelumnya, seorang rekan Ratna, Nanik Deyang, menuturkan kronologi penyerangan terhadap Ratna pada 21 September di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Malam itu, seusai acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah hotel, Ratna naik taksi dengan peserta dari Sri Lanka dan Malaysia berniat naik pesawat ke Bandara Soekarno-Hatta.

“Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya. Setelah dihajar Mbak Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal, sehingga bagian samping kepalanya robek,” kata Nanik Deyang di akun pribadinya.

Menurut pengakuan Ratna, sebagaimana dikisahkan oleh Nanik, kejadian pengeroyokan sangat cepat sehingga sulit diingat bagaimana urutan kejadiannya. Ratna masih sedikit sadar saat dia dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi.

“Oleh sopir taksi Mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi. Dengan sisa tenaga tertatih-tatih Mbak Ratna mencari kendaraan untuk ke rumah sakit di Cimahi. Lalu Mbak Ratna menelepon temannya yang seorang dokter bedah, akhirnya Mbak Ratna ditangani kawannya di sebuah rumah sakit,” tutur Nanik.

Setelah diobati, malam itu juga Ratna langsung balik ke Jakarta, dan dalam situasi trauma dia hanya berdiam diri selama 10 hari di rumahnya.

“Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya, dan baru semalam Fadli Zon melaporkan ke Pak PS (Prabowo Subianto) dan hari ini di suatu tempat menemui Pak PS,” ujar Nanik. (heri)

Baca juga: http://radarpagi.com/prabowo-ada-motif-politik-di-balik-penganiayaan-ratna-sarumpaet/

Baca juga: http://radarpagi.com/usut-tuntas-penganiayaan-ratna-sarumpaet-gerindra-jokowi-harus-tanggung-jawab-kapolri-harus-mundur/

News Feed