oleh

Usut Tuntas Penganiayaan Ratna Sarumpaet, Gerindra: Jokowi Harus Tanggung Jawab, Kapolri Harus Mundur

-Nasional-70 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mendesak Presiden Jokowi ikut bertanggung jawab atas penganiayaan yang menimpa aktivis gaek Ratna Sarumpaet. Caranya dengan memerintahkan Kapolri mengusut tuntas kasus itu hingga ke akar-akarnya.

“Saya minta Pak Jokowi mengusut tuntas siapa aktor di balik kekerasan terhadap Ibu Ratna Sarumpaet,” kata Arief dalam acara Forum Aktivis untuk Ibu Ratna Sarumpaet di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018).

Menurut Arief, kalau seorang Presiden tidak bisa melindungi seorang ibu, artinya dia tidak bisa melindungi Ibu Pertiwi.

“Walaupun Ibu Ratna berada di barisan oposisi. Artinya oposisi nggak negatif, dia memberikan kritik pada pemerintahan Joko Widodo,” katanya.

Dia menegaskan, jika dalam waktu 7 hari ke depan para pelaku belum ditangkap, maka Kapolri Tito Karnavian juga harus bertanggung jawab dengan mengundurkan diri dari jabatannya.

“Kalau polisi tidak bisa mengusut tuntas, saya minta Kapolri mundur, saya minta Tito mundur. Artinya Kapolri dalam mengatur anak buahnya sudah gagal,” katanya.

Untuk itu, Arief mendesak kepolisian segera menangkap para pelaku penganiayaan. Dan bila Kapolri tidak mau mundur dari jabatannya, maka Jokowi diminta untuk mencopot Kapolri.

Prabowo Akan Temui Kapolri

Di tempat terpisah, Calon Presiden RI Prabowo Subianto berencana akan menemui Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk membahas kasus penganiayaan terhadap aktivis gaek Ratna Sarumpaet.

“Kami berencana dalam waktu dekat minta waktu menghadap Kapolri dan pejabat-pejabat lain membicarakan masalah ini,” kata Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Selasa (2/10/2018) malam.

Prabowo menegaskan, apa yang menimpa Ratna sangat tidak bisa ditoleransi karena kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan di negara demokrasi.

“Bagi saya ini adalah suatu tindakan di luar batas. Walaupun Ibu Ratna pasrah, kami yang akan mempermasalahkan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Amien Rais selaku Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo/Sandiaga, menjelaskan rencana pertemuan itu karena Kapolri merupakan penanggung jawab keamanan di tengah masyarakat.

“Kami akan bicara dengan Kapolri dari hati ke hati. Ini zaman transparansi, kita tidak bodoh-bodoh amatlah, kita akan pecahkan masalah ini dengan sebaik-baiknya, apalagi saat ini hingga April 2019 sangat sensitif,” ujarnya. (fitria)

Baca juga: http://radarpagi.com/prabowo-ada-motif-politik-di-balik-penganiayaan-ratna-sarumpaet/

Baca juga: http://radarpagi.com/misteri-ratna-sarumpaet-tidak-ditemukan-jejak-pengeroyokan/

News Feed