oleh

Dicari! Siapa Setan yang Suruh Ratna Berbohong?

-Nasional-75 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Dalam jumpa pers di kediamannya, Jl Kampung Melayu Kecil V/24, Bukitduri Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018) kemarin, Ratna Sarumpaet mengakui kebohongan yang dia karang soal pengeroyokan terhadap dirinya. Saat itu, Ratna mengaku mendapat bisikan setan soal cerita bohongnya.

“Itu hanya cerita khayalan yang diberikan oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu,” tutur Ratna.

Setan yang dimaksud Ratna mungkin saja iblis yang senang menjerumuskan manusia untuk berbuat dosa, sebagaimana diajarkan agama samawi (Kristen, Islam, Yahudi). Namun Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah punya pemikiran lain. Dia mempertanyakan siapa setan yang dimaksud Ratna.

Menurut Inas,  Ratna terlihat sangat tertekan ketika mengakui kebohongannya. Karena itu, dia menilai ada sutradara di balik cerita bohong Ratna. Sutradara itulah setan yang dimaksudkan Ratna.

“Siapakah sutradara yang dianggap Ratna Sarumpaet sebagai setan yang menyuruhnya bercerita bahwa dirinya telah dianiaya?” ujar Inas Nasrullah di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Inas pun membeberkan sejumlah hal yang membuat pengakuan Ratna terkesan janggal. Yang pertama, ketika Ratna berkata, ‘pada saat saya merasa melakukan kesalahan’. Dari kalimat ini, menurut Inas, jelas sekali bahwa Ratna hanya merasa melakukan kesalahan, tapi bukan mengakui melakukan kesalahan.

“Maka sebenarnya dia merasa tidak bersalah karena dia hanya dijadikan alat atau bahkan korban dari seorang sutradara,” katanya.

Kedua, foto yang dibuat di rumah sakit ketika wajah Ratna Sarumpaet bengkak, bukanlah foto selfie karena keinginan sendiri, melainkan dipaksa untuk difoto oleh seseorang. Bahkan Ratna sendiri mengatakan tiba-tiba foto tersebut sudah beredar ke mana-mana dan dia tidak sanggup melihatnya.

“Ini bisa berarti bahwa dia merasa sangat tertekan karena wajahnya yang sedang bengap kok disebarluaskan,” kata  Inas.

Namun peneliti dari Pusat Kajian Politik Ekonomi Indonesia,  Barata, menilai tidak ada ‘setan’ dalam kebohongan Ratna.

“Kita bisa lihat, Prabowo, Fadli Zon dan lainnya kelihatan malu dan buru-buru memberi klarifikasi dan meminta maaf. Saya setuju kalau mereka ini korban kebohongan Ratna,” katanya.

Selain itu, kata Barata, karakter Ratna yang ekspresif dan sangat emosional tidak memberi ruang bagi dirinya untuk mau dikorbankan demi kepentingan orang lain.

“Katakanlah kebohongan kemarin itu memang ada dalangnya  lalu terbongkar, Tidak mungkin Ratna mau menanggungnya sendiri. Ratna bukan tipe manusia yang mau berkorban sampai seperti itu. Dia pasti akan menyeret orang-orang yang menyuruhnya untuk ikut hancur bersamanya,” kata Barata.

Dengan nada bercanda Barata berujar, sebaiknya polisi mencari siapa setan yang dimaksud Ratna. “Kalau polisi gagal menemukan setan itu, berarti setannya ya Ratna sendiri,” katanya. (jar/dtc)

Baca juga: http://radarpagi.com/sadis-ratna-diduga-bayar-oplas-pakai-duit-bantuan-korban-danau-toba/

 

News Feed