oleh

Ngibulnya Ratna Bikin Sederetan Orang Ini Minta Maaf dan Kecewa

-Nasional-264 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ratna Sarumpaet akhirnya mengakui bila drama penganiayaan terhadap dirinya hanya hoaks belaka. Bengkak di mukanya bukan karena digebukin lawan politik, tapi gara-gara operasi plastik di Rumah Sakit Khusus (RSK) Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. Alhasil, banyak orang yang semula mendukungnya merasa kecewa. Bahkan ada yang meminta maaf kepada publik karena terlanjur menyuarakan dukungan kepada aktivis gaek itu.

Salah satu tokoh yang merasa sangat kecewa dan malu akibat ulah Ratna adalah calon presiden Prabowo Subianto. Dia bahkan sempat menggelar konferensi pers di rumahnya untuk mendesak Kapolri mengungkap kasus ini. Prabowo bahkan berencana bertemu langsung dengan Kapolri.

“Saya di sini atas nama pribadi dan sebagai pimpinan daripada tim kami, saya minta maaf kepada publik, bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya,” kata Prabowo di Kertanegara, Jaksel, Rabu (3/10/2018).

“Ibu Ratna Sarumpaet mengaku kepada kami dianiaya. Dan kami lihat sendiri dan waktu itu sudah beredar foto seperti itu dan akibat itu kami merasa sangat terusik, sangat khawatir. Dan karena itu kami menyampaikan jumpa pers,” sambung Prabowo.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, juga meminta maaf kepada publik karena telah ikut menyampaikan kabar Ratna Sarumpaet dianiaya orang yang tak jelas. Apalagi seperti diketahui, kasus Ratna ramai menyebar ke masyarakat setelah dicuitkan dalam twitter pribadi Fadli Zon.

“Saya menyesalkan dan mengecam sikap RS yang telah berbohong kepada saya, kepada @prabowo, @sandiuno,” kicau Fadli di akun twitternya, @fadlizon, Rabu (3/10/2018).

Fadli bahkan menyebut Ratna Sarumpaet pengkhianat. “Saya sangat kecewa. Mudah-mudahan Bu RS menyadari apa yang dilakukannya sebagai sebuah pengkhianatan atas kepercayaan saya dan banyak orang yang selama ini bersimpati,” kicau Fadli.

Menurut Fadli, ia sudah berkali-kali menerima pengaduan dari Ratna dan organisasinya tentang masalah rakyat, penggusuran, Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina, dan isu lainnya. Untuk itu dia tak menyangka Ratna berbuat bohong yang dampaknya berskala besar. 

“Tak bisa dibayangkan ada “penganiayaan” pada seorang Ibu 70 tahun. Ternyata Bu RS hoaks,” kata Fadli.

Politisi Gerindra Rachel Maryam menyampaikan rasa maaf karena telah ikut menyebarkan kebohongan cerita penganiayaan aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet.

Lewat akun Twitter @cumarachel,Rachel pernah mengunggah kicauan bahwa kejadian penganiayaan terhadap Ratna benar terjadi.

“Saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada netizen,” ujarnya Rabu (3/10).

Rachel mengaku terlalu reaktif dan emosional saat mendengar pengakuan penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet.

“Mungkin karena sesama perempuan. Sama sekali saya tidak menyangka kalau semua ini adalah kebohongan,” katanya.

Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang, sebelumnya aktif memberitakan penganiayaan terhadap  Ratna.

“Ratna dihajar tiga orang 21 September yang lalu di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat, malam hari,” kata Nanik lewat siaran pers yang diterima, Selasa, 2 Oktober 2018.

Tapi kini dia mengaku marah dengan kebohongan tersebut. “Bukan hanya kecewa, tapi marah. Berarti kan Ratna berbohong,” ujar Nanik, Rabu kemarin.

Ekonom Rizal Ramli yang sempat membela Ratna dan tak percaya kalo peristiwa penganiayaan itu adalah hoaks, juga meminta maaf.

“Saya mohon maaf telah menjadi korban berita tidak benar dari seorang kawan lama, Ratna Sarumpaet. Kawan yang dulu aktif memperjuangkan demokrasi dan keadilan di zaman Orde Baru. Ternyata terpleset,” tulis Rizal lewat akun twitter pribadi @RamliRizal.

Tak ketinggalan politisi PKS Fahri Hamzah ikut komentar, Katanya, ulah Ratna telah membuat jagat politik geger terkait siapa pelaku penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet yang ternyata ‘dirinya sendiri’.

“Sangat berbahaya kalau orang besar seperti Ratna berbohong, apalagi orang yang dibohongi juga orang besar. Akhirnya terjadi peristiwa besar,” kata Fahri Hamzah kepada wartawan di gedung DPR-RI, Rabu (3/10/2018).

Senada dengan Fahri, Anggota DPD RI,  Fahira Idris, mengaku terkejut dan kecewa. Dia pun menilai perbuatan yang dilakukan oleh ibunda aktris Atiqah Hashiholan dan mertua Rio Dewanto itu sudah melewati batas.

“Pengakuan Ibu Ratna Sarumpaet sangat mengejutkan dan mengecewakan saya. Saya sangat kecewa sekali. Ini kesalahan yang sangat fatal,” ujar Fahira saat melakukan kunjungan kerja di Ternate, Maluku Utara, melalui keterangan tertulis, Rabu (3/9/10/2018).

Namun Fahira mengaku telah memaafkan kebohongan yang dilakukan aktivis berusia 70 tahun itu.

“Siapa yang tidak percaya kalau melihat kondisi wajah Ratna yang terlihat babak belur. Prabowo sekalipun pasti merasa iba dan prihatin,” sambung Fahri Hamzah. 

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton T Digdoyo, mengingatkan bila berdusta termasuk dosa besar sebagaimana firman Allah dan sabda Nabi Muhammad.

“Kalau benar yang bersangkutan merekayasa dan berbohong telah disiksa dengan menunjukkan luka parah pada wajahnya maka itu termasuk dosa besar di sisi Allah,” kata Anton, Rabu (3/10/2018).

Anton mengatakan ancamanan hukum dunia terhadap perbuatan dusta juga sangat berat. Namun bagi yang terkecoh ingin membela Ratna, menurut Anton tidak bisa disalahkan. Sebab semata-mata mereka merasa kasihan dengan cerita dan kondisi wajah Ratna.

“Nah, soal kebohongannya, yang bersangkutan lah yang mesti mempertanggungjawabkan secara hukum di dunia maupun di akhirat,” katanya.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pihaknya tak menyebarkan informasi bohong alias hoaks mengenai penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet.

“Kami tidak menebar hoaks, tapi berangkat dari pengakuan Bu Ratna dan ingin membantu beliau, ternyata kami justru dibohongi beliau,” kata Dahnil, kemarin.

Dahnil menyebut Ratna sangat meyakinkan ketika bercerita soal penganiayaan kepada Prabowo, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, hingga Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Menurut Dahnil, pihaknya tentu berprasangka baik dan ingin membela Ratna, seperti tokoh-tokoh yang lainnya. Kabar penganiayaan itu ternyata bohong. Ratna sendiri yang mengakui telah menciptakan kebohongan itu.

“Kebaikan dan kemurahan hati beliau menjadi kelemahan kami,” ujar Dahnil.

Lebih lanjut, Dahnil menyatakan bahwa pihaknya sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan Ratna. 

“Tentu kami sangat kecewa, terhadap tindakan tersebut,” kata dia.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade terkejut. Apalagi baru Selasa (2/10/2018), Ratna bercerita telah mengalami kekerasan fisik sehingga wajahnya penuh lebam

Andre mengaku kecewa karena cerita tersebut ternyata diakui Ratna sebagai kebohongan. Padahal pak Prabowo telah berprasangka baik, dan menaruh perhatian penuh pada kejadian yang menimpa Ratna. Andre mengatakan kebaikan hati Prabowo menjadi kelemahan dalam kasus Ratna Sarumpaet.

“Tapi yang jelas ini menunjukkan pak Prabowo adalah seseorang yang selalu berprasangka baik kepada setiap orang, dan selalu menolak kekerasan kekerasan terhadap wanita. Itulah pak Prabowo seorang jenderal pemimpin perang tapi berhati baik,” katanya.

Ratna Sudah Jatuh Ketimpa Tangga

Tim sukses Prabowo-Sandiaga akan melaporkan Ratna karena telah membohongi publik.

“Kita akan laporkan. Tim kita sendiri yang akan melaporkan” kata calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno di Setnas Koalisi Prabowo-Sandiaga, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Rencana dilaporkannya Ratna Sarumpaet ke polisi tentu menjadi sebuah ironi, mengingat Ratna tercatat sebagai salah satu jurkamnas Prabowo-Sandi. Bahkan kubu Prabowo-Sandiaga pula yang pertama kali membuka kabar Ratna Sarumpaet dianiaya ke masyarakat.

Dengan melaporkan Ratna ke polisi, maka nantinya Sandiaga sudah memenuhi janji yang pernah diucapkan, bahwa dia sendiri yang akan melaporkan timsesnya bila terbukti menyebarkan hoaks ke masyarakat.

Terkait kasus ini, polisi akan meminta keterangan aktivis Ratna Sarumpaet mengenai dugaan penganiayaan di Bandung, Jawa Barat. Apalagi, pihaknya telah memastikan tidak ada penganiayaan di sekitar Bandara Husein Sastranegara.

“Sementara sebagai saksi karena mengalami, kalau kondisi sudah sehat kami akan hubungi untuk kami ambil keterangan. Kalau kondisi sudah memungkinkan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Polda Metro Jaya, Rabu (3/10/2018).

Dia mengaku, pemeriksaan Ratna Sarumpaet akan dilakukan apabila mendapatkan persetujuan dari pihak rumah sakit.

“Nanti kami akan koordinasi dengan RS, karena RS itu ada kode etik kedokteran yang diatur undang-undang,” ujar Nico. (dbs)

Baca juga: http://radarpagi.com/ini-daftar-17-tokoh-yang-dilaporkan-kopi-pojok-ke-bareskrim-polri/

News Feed