oleh

Ada Dugaan Ratna Gunakan Teknik Propaganda Rusia

-Nasional-645 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Arsul Sani meminta kepolisian menyelidiki dugaan teknik propaganda ala Rusia yang dikenal sebagai ‘Firehose of the Falsehood’ dalam kasus Ratna Sarumpaet.

Teknik propaganda ini berciri khas melakukan kebohongan-kebohongan nyata (obvious lies) untuk membangun ketakutan publik. “Tujuannya mendapatkan keuntungan posisi politik sekaligus menjatuhkan posisi politik lawannya yg dilakukan lebih dr satu kali atau secara terus menerus (repetitive action),” kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arsul Sani, Jumat (12/10/2018).

Selain berciri berusaha menimbulkan ketakutan pd publik, teknik propaganda ini juga disertai dengan teknik “playing victim” yakni menimbulkan kesan pada publik bahwa pelaku pembohongan tersebut adalah korban yg teraniaya oleh satu pihak yang diasosiasikan dengan kelompok penguasa.

Dugaan adanya penggunaan teknik ini karena kasus pembohongan publik ini menurut catatan Arsul bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya dikembangkan pemberitaan tentang pembakaran mobil Neno Warisman yang setelah diselidiki ternyata bukan dibakar oleh orang lain tapi terjadi korsleting.

“Teknik propaganda itu merupakan salah satu sumber pengembangan hoaks dan ujaran kebencian,” ucapnya.

Karena itu, sambung Arsul, jika kita ingin memerangi hoaks dan ujaran kebencian maka penyelidikan untuk membongkar teknik propaganda di atas perlu dilakukan.

Saat ini Ratna Sarumpaet telah ditetapkan sebagai tersangka setelah mangkir dari pemeriksaan polisi sebagai saksi kasus dugaan penyebaran berita bohong yang sudah dalam tahap penyidikan, pada Senin (1/10/2018) kemarin.

“Kami sudah panggil dia sebagai saksi hari Senin. Kalau memang dia pergi atau apa, dia kasih tahu dong kabarnya. Infokan karena ada acara begitu, saya akan datang tanggal sekian. Ini tidak memberikan kabar malah pergi,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian di Jakarta, beberapa saat lalu.

Polisi juga telah menggeledah rumah dramawan yang melejit namanya setelah mementaskan lakon ‘Nyanyian Marsinah’ pada era 1990-an itu.

Kuasa hukum Ratna, Insank Nasaruddin, menyebut kepolisian mengambil barang yang dianggap penyidik memiliki keterkaitan dengan kasus ini, antara lain berupa laptop, kartu ATM dan bill (nota transaksi), buku-buku bank, dan handphone.

“Jenis-jenisnya contoh yang diambil laptop, beberapa kartu ATM dan beberapa bill. Lebih banyak di kamar bu Ratna,” ujar Insank, di Jalan Kampung Melayu Kecil V Nomor 24, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).

“Ada buku bank yangsudah dipotong juga 2016, 2017 itu juga dibawa. Tapi kan kami percaya bahwa ketika bukti-bukti itu tidak menyangkut sama perkara pidana itu ya tentu dikembalikan,” sambung Insank. (rinaldi)

Baca juga: http://radarpagi.com/pemprov-dki-habis-rp70-juta-untuk-ongkos-ratna-ke-chile/

News Feed