oleh

Kenapa Bukan Budayawan Betawi yang Diberangkatkan Pemprov DKI ke Luar Negeri?

-Kabar Seni-653 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Dramawan Ratna Sarumpaet dijadwalkan hadir pada acara Women Playwrights International Conference 2018 di Santiago, Chile. Namun dia gagal berangkat karena ditangkap polisi di Bandara Soekarno-Hatta. Keberangkatan Ratna itu disponsori oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta atas persetujuan Gubernur Anies Baswedan. Ratna diberi akomodasi, tiket, dan uang saku senilai Rp 70 juta.

Pembiayaan itu kemudian dinilai oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI sebagai balas budi Anies ke Ratna yang pernah menjadi timsesnya.

‘’Pemberian dana tersebut adalah bentuk balas budi Anies Baswedan ke Ratna yang pernah menjadi timsesnya. Ya itu nggak anehlah. Karena kan bagian dari balas jasa gubernur. Kan dulu Ratna bagian dari pendukung Anies,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Hasbiallah Ilyas, kemarin.

Sedangkan PDIP mempertanyakan asal dana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta yang digunakan untuk mengongkosi Ratna ke sana, sebab menurut PDIP, tak pernah ada anggaran untuk keperluan tersebut dalam APBD DKI.

“Alokasi Rp 70 juta untuk memberangkatkan Bu Ratna Sarumpaet itu kan nggak ada mata anggarannya. Persoalannya di situ. Kalau sampai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memberikan dana, itu dia nyerap dari mana. Pertanyaannya di situ,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DKI Jakarta, Gembong Warsono,Jumat (5/10/2018) malam.

Namun Anies Baswedan menyatakan Pemprov mensponsori Ratna ke Chile sebagai bentuk dukungan ke seniman. Dia pun menepis pembiayaan tersebut sebagai balas budi ke Ratna.

“Tidak (balas budi). Pemprov mendukung seniman-seniman yang berangkat ke luar negeri. Semua pakai aturan. Dalam beberapa bulan terakhir kita mengirim banyak seniman ke luar negeri, agar bisa mewarnai kancah seni dunia,” kata Anies di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (5/10/2018). Namun Anies tidak menjelaskan perihal asal usul dana yang dipakai.

Meski mengaku memberangkatkan seniman ke luar negeri sebagai bentuk dukungan terhadap seniman tanah air, namun kebijakan Anies tetap dipertanyakan, mengingat Anies adalah Gubernur DKI Jakarta dan kemungkinan menggunakan dana APBD yang bersumber dari uang rakyat Jakarta, maka Anies seharusnya memberangkatkan seniman Betawi, bukan lainnya.

“Harusnya yang diberangkatkan itu seniman asli Betawi, atau bukan orang Betawi tapi yang sudah terbukti memajukan kesenian dan kebudayaan Betawi. Lha kalau Ratna, jasanya apa terhadap kesenian Betawi?” ujar pengamat budaya Betawi, Safruddin Rahim saat ditemui di kediamannya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pria yang biasa disapa dengan sebutan Bang Udin ini mempertanyakan niat baik Anies yang ingin memperkenalkan kesenian dan kebudayaan Indonesia ke luar negeri. “Itu niat yang sangat mulia, tapi harusnya menjadi tanggungjawab kementerian pariwisata, kementerian kebudayaan, kementerian apalah, pokoknya itu tanggungjawab pemerintah pusat, bukan Pemprov DKI,” katanya.

Bang Udin mengatakan, Anies nantinya tidak bisa berkilah bahwa memperkenalkan budaya Indonesia adalah tanggungjawab seluruh masyarakat. “Kalau sampai Anies ngomong seperti itu, berarti salahnya dobel. Memang bener seperti itu idealnya, tapi dia harus ingat sebagai Gubernur DKI tanggungjawabnya adalah di wilayah DKI, nggak usah ngurusin yang di luar wilayahnya. Bisa ngaco nanti,” katanya.

Dia pun mencontohkan karya-karya Ratna selama ini yang menurutnya juga tidak mencerminkan keagungan budaya Indonesia, justru mengumbar aib negara ini.

“Saya nggak tau karyanya yang mana. Seingat saya cuma lakon Nyanyian Marsinah yang sempet dicekal Orde Baru tahun 90-an dulu. Mana ada cerminan budaya luhur bangsa kita di sana (Nyanyian Marsinah). Yang ada kan cuma kritikan sosial,” katanya. (harun)

Baca juga: http://radarpagi.com/sumber-dana-pemprov-dki-untuk-kirim-ratna-ke-chile-dipertanyakan/

 

 

News Feed