oleh

Toilet Bisa Nyaman Bagi Pengguna Kursi Roda

-Jabodetabek-132 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, kembali menjadi tempat hajatan multievent se-Asia. Kali ini bertajuk Asian Para Games 2018. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan renovasi dan pembangunan arena serta penataan kawasan kompleks Gelora Bung Karno (GBK) yang ramah bagi penyandang disabilitas untuk mendukung Asian Games ke-18 dan Asian Paragames 2018.

Beberapa kelengkapan dan fasilitas bagi penyandang disabilitas yang tersedia di Kompleks GBK yaitu, di stadion utama GBK, sudah sesuai standar. Akan tetapi ketika media ini melakukan pemantauan, Sabtu (6/10/2018) di area semua fasilitas untuk Asian Para Games yang ada di GBK, dan ada kelihan beberapa pengunjung disabilitas ada fasilitas yang belum ramah kepada penyandang disabilitas, yaitu beberapa toilet tidak sesuai spesifikasi yang diajukan dalam Lelang Pengadaan Toilet.

Padahal ini ajang besar internasional, namun di GBK Sports Complex – Tennis Indoor Stadium, dan Venue GBK Archer, ditemukan toilet yang diduga jauh dari standard spesikasi dan fasilitas yang ditetapkan untuk toilet atlet disabilitas.

Menurut mereka bahkan dari segi estetika, toilet tersebut terlihat tidak enak dipandang, beda dengan tampilan toilet standar, terlihat bagus, bisa ditemukan di Athletes village – Kemayoran, bentuk portable.

Apalagi dari segi keamanan bagi atlet penyandang disabilitas, kondisi akses toilet sangat mengkuatirkan. Pasalnya dari keamanan akse terlihat tangga yang tinggi. Sehingga jika menggunakan kursi roda terlalu tinggi dan ada komponen lainnya yang membuat tidak nyamannya disabilitas untuk menggunakan toilet tersebut.

Bahkan toilet tersebut menggunakan pintu berupa tirai  tanpa pintu, yang tentunya membuat disabilitas yang sedang menggunakan toilet tersebut akan kuatir terganggu privasinya, katena bisa saja orang lain juga tidak tahu akan tiba-tiba masuk untuk menggunakan toilet tersebut.

Sebelumnya kedatangan Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, ke Istora, pada Jumat (28/9/2018), yang juga dihadiri oleh Cucu Saidah, selaku inisiator dari komunitas Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT) sama-sama menyoroti tentang toilet umum (bukan portable) yang tersedia di Istora.

Bahwa mengenai toilet untuk Asian Para Games seharusya memiliki ruang lebih besar dan fasilitas sesuai standar untuk para atlet, pengunjung, ataupun ofisial. Kenyamanan bagi atlet khususnya yang menggunakan kursi roda seharusnya menjadi perhatian khusus bagi penyelenggara event bertaraf internasional ini.

Sementara itu saat dikonfirmasi Wakil Ketua INAPGOC, Sylvina Murni, yang juga Deput Gubernur Bidang i Pariwisata mengatakan, akan menindak lanjuti keluhan penyandang disabilitas tersebut.

“Akan lakukan inspeksi dengan tim terkait. Jika ditemukan, maka pihak yang mengadakan akan ditindak,” katanya, Sabtu (6/10/2018). ab

 

News Feed