oleh

Jokowi-Wan Azizah Bahas Pendidikan Anak dan Penculikan TKI

-Nasional-670 views

 

Bogor, Radar Pagi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Deputi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail, untuk membahas masalah pendidikan untuk anak-anak TKI serta penculikan WNI di Malaysia.

Dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/10/2018) tersebut, Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi dan Mensesneg Pratikno.

Usai pertemuan Retno Marsudi mengatakan, untuk Sabah dan Sarawak, kita sudah memiliki Community Learning Center  sebagai tempat pendidikan anak-anak TKI yang bekerja di Malaysia, tetapi untuk Semenanjung belum ada.

“Oleh karena itu, tadi Indonesia meminta agar Community Learning Center juga dapat dibentuk atau ada di Semenanjung karena jumlah anak Indonesia yang tinggal di Semenanjung cukup banyak,” kata Menlu.

Presiden Jokowi, lanjut Menlu, juga menyampaikan agar kerja sama untuk peningkatan keamanan di perairan wilayah kedua negara ditingkatkan. Terkait hal ini, Presiden Jokowi menyampaikan kasus terakhir, dimana dua warga negara Indonesia yang bekerja pada kapal ikan Malaysia yang diculik di perairan Sabah.

“Oleh karena itu, Presiden meminta perhatian otoritas Malaysia untuk meningkatkan kerja sama di dalam menjaga keamanan perairan laut di wilayah masing-masing,” ucap Menlu.

Sementara Deputi PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail dalam kesempatan itu menyampaikan beberapa hal. Pertama, pentingnya ditingkatkan kerja sama dalam rangka penanggulangan terorisme dengan cara tukar informasi intelijen.

Kemudian yang kedua yang disampaikan adalah mengenai masalah sawit. Dalam artian bahwa kedua negara mau tidak mau harus terus bekerja sama di dalam rangka promosi sustainable sawit.

“Presiden mengatakan ‘ya’ dan kerja sama yang baik ini tercermin di dalam CPOPC,” terang Menlu seraya menambahkan, CPOPC adalah organisasi dari produsen minyak sawit, anggotanya adalah Indonesia dan Malaysia. Melalui CPOPC ini kita terus bekerja bersama di dalam mempromosikan sustainable palm oil. (safrizal)

Baca juga: http://radarpagi.com/20-persen-desa-di-kalbar-ditargetkan-jadi-desa-mandiri/

News Feed