oleh

Perdagangan Antar Provinsi dan Ekspor Jatim Diharapkan Meningkat

-Jawa-352 views

 

Surabaya, Radar Pagi – Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman menjelaskan, pelepasan ekspor komoditas hortikultura di saat kondisi rupiah melemah menjadi momentum emas untuk mendorong ekspor Indonesia. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi petani Indonesia.

“Langkah ini juga merupakan tindak lanjut perintah Presiden RI untuk mendorong ekspor sebanyak-banyaknya, mempermudah eksportir. Jika perlu diantarkan langsung agar mempermudah perijinan. Kita harus mendorong eksportir Indonesia, termasuk negosiasi dengan negara tujuan,” ujar Amran saat melepas ekspor tiga komoditas hortikultura Jatim di Dinas Pertanian Prov. Jatim Jalan A. Yani, Surabaya, Senin (8/10/2018) pagi.

Lebih lanjut pihaknya telah melakukan beberapa kali mengekspor produk-produk pertanian. Seperti pada dua bulan lalu mengekspor domba dan kambing. Dan saat ini melepas ekspor Bawang Merah, Benih Kangkung, dan Buah Mangga. “Ini luar biasa karena produk-produk pertanian Indonesia sudah menembus ke pasar dunia, bahkan ke pasar Eropa,” tuturnya.

Berdasarkan data 2017, ekspor Indonesia naik 24 persen yakni Rp. 441 triliun dan diharapkan tahun ini bisa meningkat lagi. Karena itu, ia akan mendorong ekspor dan investasi guna meningkatkan perekonomian Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Mentan RI Amran Sulaiman juga mengapresiasi Pakde Karwo sebagai gubernur andalan. Sebab, Jatim telah banyak melakukan ekspor produk-produk pertanian ke luar negeri. “Khusus untuk Pak Gubernur, kami sangat mengapresiasi,” katanya.

Dilepasnya ketiga komoditas tersebut, diharapkan agar perdagangan antar provinsi dan ekspor ke luar negeri dari Jatim ke negara ASEAN dapat meningkat pada tahun 2018 ini. Perdagangan antar provinsi Jatim tahun 2018 diperkirakan surplus mencapai Rp. 210 triliun dengan rincian semester I mencapai Rp. 101 triliun, dan di semester II diperkirakan mencapai Rp. 110 triliun.

“Artinya perdagangan antar provinsi bisa dikatakan lebih meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai Rp. 164 triliun,” ujarnya.

Sedangkan untuk ekspor Jatim ke luar negeri dengan negara ASEAN pada 2017 mencapai 1,5 miliar Dollar AS. Diperkirakan tahun ini bisa mencapai 2,2 miliar Dollar AS.

“Jadi ekspornya kita naik itu bagus. Perlu diperhatikan bahwa ekspor itu bisa dilakukan jika kebutuhan dalam negeri telah tercukupi,” jelasnya sambil menjelaskan masih banyak produk pertanian yang bisa diekspor seperti produk susu yang per harinya bisa memproduksi sebanyak 1.600 ton. (jar)

Baca juga: http://radarpagi.com/jawa-timur-ekspor-tiga-komoditas-hortikultura-ke-lima-negara-asia/

News Feed