oleh

Amien…Amien…Sebelum Diperiksa Cela Polisi, Setelah Diperiksa Malah Memuji

-Nasional-145 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Sikap mencla-mencle diperlihatkan politikus senior Amien Rais kala menjalani pemeriksaan di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018) kemarin.

Sebelum diperiksa, kepada wartawan di luar gedung Mapolda, dengan wajah dan nada suara terlihat tegang, dia menyebut pemanggilannya sebagai saksi kasus hoax Ratna Sarumpaet sebagai sebuah kejanggalan.

Dia menunjukkan surat pemanggilan dirinya yang dia jadikan bukti kejanggalan. Surat pemanggilan itu bertanggal 2 Oktober 2018, sementara Ratna Sarumpaet baru ditangkap pada 4 Oktober 2018.

“Ini surat panggilan untuk saya tanggal 2 Oktober yang katanya berdasarkan keterangan Sarumpaet, padahal Sarumpaet ditangkap tanggal 4 Oktober. Ini sangat janggal. Tanggal 2, Sarumpaet belum memberi keterangan apapun ke polisi,” ujar Amien.

Dia pun menjelaskan alasan ketidakhadirannya pada saat pemanggilan pertama sebagai saksi. Dia menyebut penyidik salah menuliskan namanya.  Nama aslinya adalah Muhammad Amien Rais, sementara dalam surat tertulis Amin Rais, karena itu dia tidak hadir saat pemanggilan pertama.

Bahkan Amien sempat meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian dicopot dari jabatannya. “Saya minta Kapolri Tito Karnavian, dicopot. Alasannya kenapa? Saya tidak perlu jelaskan lagi. Silakan pikirkan lagi,” kata Amien. 

Namun beberapa jam kemudian, Amien terlihat keluar dari gedung Mapolda. Dengan wajah riang, Amien pun bertutur kepada wartawan. 

“Saudara-saudara, saya merasa dihormati, dimuliakan oleh para penyidik. Jadi betul-betul suasananya akrab penuh tawa, penuh canda dan lain-lain,” kata Amien Rais seolah amnesia bahwa beberapa jam sebelumnya dia meminta Kapolri untuk dicopot.

Amien mengatakan memang dia ada di ruang pemeriksaan selama 6 jam. Namun sesungguhnya pemeriksaan hanya berlangsung separuh dari waktu tersebut.

“Yang separuh itu untuk makan dan salat dan ngobrol ke sana ke mari,” ujarnya.

Amien juga mengatakan para penyidik menanyainya dengan lugas dan tidak berbelit ketika memeriksanya.

“Demikian smooth (mulus) dan bagus. Pertanyaannya itu straight (lugas) nggak berputar-putar, apalagi jebak. Terima kasih sekali,” kata Amien.

Pengacara Amien Rais, Ardy Mbalembout, membenarkan hal tersebut. “Ya kita dikasih makan Gudeg kesukaan Pak Amien, kemudian salat berjamaah bareng penyidik,” ujarnya.

Ardy mengatakan selama pemeriksaan ada  30 pertanyaan yang diberikan penyidik, yaitu terkait dengan pertemuan Amien dengan Ratna.

“Seputaran pertemuan dengan RS (Ratna Sarumpaet) dan proses konfernsi pers, ya itu aja,” katanya.

Di tempat terpisah, Mahfud MD menanggapi sikap riang Amien Rais usai diperiksa penyidik Polda Metro.

Mahfud menegaskan bahwa yang jelas menjadi tersangka adalah Ratna Sarumpaet, sedangkan Amien Rais dkk dipanggil kepolisian bukan untuk dijadikan tersangka, melainkan hanya untuk dimintai keterangan yang memperkuat penggalian fakta dalam kasus hoax tersebut.

“Benar, kan? Stlh dtng ke Polda dan memberi keterangan Pak Amien Rais tampak plong dan me-muji2 kebaikan pemeriksaan oleh Polri. Kt-nya dia diperlakukan baik dan tak dijebak. Sejak awal sy bilang, lbh baik Pak Amien datang ke Polda menjelaskan sebab dia bkn target utk jd TSK.” kicau Mahfud MD dalam akun twitternya, Rabu (10/10/2018).

“Ya jelas, TSK-nya kan Ratna Sarumpaet. Ada pun Amien Rais dkk dipanggil bkn utk dijadikan TSK melainkan hny utk dimintai keterangan yg memperkuat fakta bhw Ratna menyiarkan berita bohong. Gitu saja, duh, kok diributkan. Makanya sejak awal sy menyarankan penuhi sj panggilan Polri.” kicau Mahfud lagi.

Sebelumnya, Mahfud MD pernah berujar bahwa Prabowo Subianto. Fadli Zon dll bisa saja dijadikan tersangka, tapi bisa juga tidak.

Menurut Mahfud, Prabowo dkk bisa dijadikan tersangka bila terbukti menyebarkan berita yang mereka tahu berita itu adalah bohong.

“Karena di Undang-Undang ITE disebutkan barang siapa dengan sengaja menyiarkan, padahal dia tahu itu adalah kebohongan.”

Namun dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet, Mahfud yakin Prabowo dkk tidak tahu bahwa berita penganiayaan terhadap Ratna adalah hoax. “Dia hanya terjebak oleh keterangan Ratna Sarumpaet,” kata Mahfud.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan tidak ada perlakuan istimewa yang diberikan kepada Amien Rais saat menjalani pemeriksaan.

“Tidak ada (diistimewakan), beliau tokoh nasional, kemudian orang yang terhormatkan layak diperlakukan terhormat juga,” kata Setyo. 

Setyo enggan menyampaikan hasil terkait pemeriksaan, yang dilakukan penyidik terhadap pemeriksaan Amien. Dia mengatakan hal tersebut masuk dalam substansi penyidikan. (eka)

 

News Feed