oleh

Bertemu Peternak Ayam, Sandiaga Setuju Kebijakan Impor Pakan Ternak Direvisi

-Ekonomi-151 views

 

Ciamis, Radar Pagi – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan Paguyuban Peternak Ayam Petelur Kabupaten Ciamis (P2APC), Jawa Barat, Senin (15/10/2018).

Dalam pertemuan itu, Sandi mendengarkan keluhan peternak terkait kebijakan impor pakan ternak, termasuk jagung, yang mengakibatkan kenaikan harga pakan.

“Saya bingung kenapa jagung mesti impor? Padahal kalau jagung enggak impor, harga jagung bisa murah. Masih banyak lahan yang bisa memperluas penanaman jagung di berbagai selain padi,” ujar Ketua Paguyuban, H. Kusnaedi alias Akaw.

Menurut Haji Akaw, bukan cuma pakan ayam petelur yang naik tinggi tapi juga DOC atau anak ayam umur satu hari yang kini seharga Rp 9.000.

Padahal peternakan ini mampi menyerap tenaga kerja sebanyak seribu orang dengan satu juta lima ratus ribu ayam. Kalau harga pakan ternak bisa Rp 3.000, peternak bisa menjual telur Rp 15.000 perkilo. 

“Kami ingin harga jagung murah, salah satu caranya dengan memberdayakan penanaman jagung dan kedelai. Kami berharap ada solusi untuk mengatasi kesulitan para peternak. Karena peternakan ayam ini bisa menyerap ribuan tenaga kerja,” ujar H.Kusnaedi.

Menanggapi hal itu, Sandi berjanji akan mengatasi permasalahan para peternak di Indonesia. Di tahun 2019 siap menggalakan penanaman jagung.

“Peternak ayam di Indonesia sudah lama mengeluh dan berteriak. Ketika dollar naik maka pakan naik, jagung naik sehingga telur naik,” ujar Sandiaga Uno.

Menurutnya stabilisasi harga telur itu sangat penting karena merupakan salah satu sumber protein yang terjangkau.

Sandi yakin dengan kepemimpinan Prabowo-Sandi, dapat menjamin ketersediaan jagung dengan harga terjangkau.

“2019 tanam jagung, jadi ke depan harga terjangkau. Peternak diberikan subsidi dan insentif. Lapangan pekerjaan di industri peternakan ayam itu cukup banyak, yakin Indonesia lebih baik,” ujar Sandi

Sandi pun setuju bila kebijakan impor Indonesia harus direvisi. “Apa yang dirasakan Pak Haji Akaw bukan hanya dirasakan di Ciamis, tapi seluruh Indonesia merasakan hal yang sama. Ini kebijakan impor memang harus kita revisi,” ujar Sandi.

Dengan menggenjot produksi dana negeri, ujar Sandi, ekspor dapat meningkat dan impor berkurang. Sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Apa yang bisa kita produksi sendiri, harus kita maksimalkan untuk kepentingan rakyat Indonesia sebanyak-banyaknya, saatnya kita mandiri. Bayangkan kalau ekspor kita melimpah. Jika dolar naik, negara kita akan kuat,” katanya.

Setelah sebelumnya mengunjungi Subang, Majalengka dan Kuningan, usai dari Ciamis hari ini, Sandi akan berkeliling ke Tasikmalaya dan Garut. (heri)

Baca juga: http://radarpagi.com/kripik-anti-baper-dan-jeniper-bikin-sandiaga-ngakak/

News Feed