oleh

Dari Melvin Sampai Tina Toon Digunakan Para Tersangka Kasus Suap Meikarta

-Hukum-930 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ada empat kata sandi yang digunakan para tersangka kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

“Penggunaan sejumlah sandi dalam kasus ini untuk menyamarkan nama-nama para pejabat di Pemkab Bekasi, antara lain Melvin, Tina Toon, Windu, dan Penyanyi,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, di Gedung KPK, Senin (15/10/2018) malam.

KPK menduga penggunaan sandi-sandi sengaja dilakukan agar saat pembahasan proyek perizinan Meikarta terpantau pihak berwenang, maka tidak bisa diketahui langsung siapa yang sedang berkomunikasi atau berbicara.

“Beberapa pejabat di tingkat dinas dan juga pihak-pihak terkait yang berkomunikasi dalam membahas proyek ini tidak memakai nama masing-masing, mereka menyapa dan berkomunikasi satu sama dengan yang lain dengan kode masing-masing. Jadi, setiap pihak yang terkait di sini punya nama sandi atau kode masing-masing,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Diduga Bupati dan pejabat Kabupaten Bekasi menerima hadiah atau janji dari pengusaha terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

KPK menduga realisasi pemberiaan suap sampai saat ini sekitar Rp 7 miliar yang diberikan melalui beberapa kepala dinas, yaitu pemberian pada April, Mei, dan Juni 2018.

Keterkaitan sejumlah dinas dalam proses perizinan Meikarta diketahui karena proyek tersebut memiliki rencana pembangunan apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga tempat pendidikan. Juga dibutuhkan banyak rekomendasi, antara lain rekomendasi penanggulangan kebakaran, amdal, banjir, tempat sampat, hingga lahan makam.

Sebelumnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan sejak Minggu (14/10/2018) siang, lanjut Basaria, tim KPK melakukan tangkap tangan terhadap sejumlah orang di Bekasi dan sekitarnya.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti uang Rp1 miliar lebih dalam bentuk dollar Singapura dan Rupiah.  Sejumlah ruangan di Pemkab Bekasi juga disegel untuk kepentingan pengamanan awal.

Dalam kasus dugaan suap ini, KPK telah menetapkan sembilan tersangka, yaitu Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, dua konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen. Mereka diduga berperan sebagai pihak pemberi suap.

Sedangkan yang diduga sebagai penerima suap adalah Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi. (gunawan)

 

 

News Feed