oleh

Duh! Sampai ke ‘Anak Pramuka’ Minta Jokowi Diganti

-Nasional-145 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Mar’uf meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kementerian Pendidikan menelusuri video anak-anak berseragam Pramuka berteriak ganti presiden. Video berdurasi 33 detik tersebut viral di media sosial.

“Kami sangat prihatin, tidak pada tempatnya anak-anak yang belum memiliki hak pilih diberikan doktrin tentang ganti presiden,” ujar Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).

Menurut Ace, doktrin ganti presiden belum saatnya diberikan kepada anak-anak, karena mereka belum memiliki hak pilih

Karena belum memiliki hak pilih untuk terlibat dalam politik praktis, maka melibatkan anak-anak dalam pembuatan video tersebut sudah termasuk pelanggaran pemilu. Ace juga meminta pihak kepolisian untuk menelusuri pihak yang mendoktrin anak-anak tersebut.

“Melibatkan anak-anak itu salah satu pelanggaran Pemilu. Kita minta baik Bawaslu, kemudian karena terkait pendidikan, Kementerian Pendidikan, juga pihak kepolisian, untuk menelusuri,” ujar Ace.

Sementara Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Indonesia, Komjen Purnawirawan Budi Waseso (Buwas), merasa prihatin melihat viralnya sekelompok anak yang mengenakan baju pramuka dan berteriak 2019 ganti presiden. Menurut Buwas, Pramuka tidak berpolitik.

“Pramuka tidak berpolitik. Dan pramuka bukan kekuatan politik atau partai, ya,” tegasnya pada wartawan di Jakarta, Selasa (16/10/2018).

“Supaya paham, jangan sampai nanti pramuka diseret-seret soal kepentingan-kepentingan yang sebenarnya bukan pramuka,” katanya.

Buwas sendiri merasa tidak yakin bila anak-anak dalam video tersebut merupakan anggota Pramuka. Sebab, kata Buwas, seragam tersebut hanya mirip seragam pramuka. Tapi tidak ada tanda-tanda kemahiran khusus maupun kemahiran umum pada seragam anak-anak di dalam video viral tersebut.

“Juga tidak ada badge (lencana) Kwarda ya, tidak ada wilayah kwarda. Ini yang harus kita pahami. Terus nomor induk juga tidak pakai, tidak ada,” ujarnya.

Selain itu, timnya yang terjun ke lapangan langsung juga tidak menemukan adanya orang dewasa atau pembina pramuka dari video viral tersebut.

Sebelumnya, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur, Saifullah Yusuf, juga mendesak Ketua Kwartir Nasional (KaKwarnas) Budi Waseso mengusut orang di balik pembuat video anak sekolah yang mendukung 2019GantiPresiden.

“Kita tidak tahu ini tempatnya di mana dan siapa yang memelopori. Tapi kami menyampaikan ke Kwarnas, Kak Buwas, Budi Waseso untuk mengambil langkah hukum, agar apa yang terjadi di video tersebut tidak liar dan ditiru gugus depan yang lain,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya, saat jumpa pers di Kantor Kwarda Jatim di Jalan Kertajaya Indah Surabaya, Senin (15/10/2018).

Gus Ipul khawatir jika hal ini dibiarkan, akan ada aksi lanjutan yang mendukung calon presiden lainnya. 

“Kalau itu terjadi bisa jadi akan ada pernyataan sikap yang berbeda antara gugus depan satu dengan yang lainnya. Karena itu sungguh tidak baik untuk adik-adik kita,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui dimana lokasi video tersebut dibuat, dan apakah benar anak-anak berseragam pramuka itu memang berstatus anggota pramuka. (rian) 

News Feed