oleh

Ini Kelebihan Aplikasi ‘Siperkasa GPS’ yang Diluncurkan DLH Kota Pontianak

-Kalimantan-686 views

Pontianak, Radar Pagi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Kalimantan Barat, baru-baru ini meluncurkan Sistem Strategi Peningkatan Kinerja Pengangkutan Sampah – Global Positioning System atau disingkat “Siperkasa GPS”.

Kegunaan aplikasi itu untuk memantau aktivitas armada pengangkut sampah di Kota Pontianak. “Tujuannya mengefisiensikan angkutan sampah sehingga sampah-sampah yang ada di TPS (Tempat Pembuangan Sementara) tidak menumpuk,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Kamis (18/10/2018).

Saat ini, kata Edi, produksi sampah di Kota Pontianak berkisar 350 s/d 400 ton per hari. Apalagi ketika musim buah-buahan, jumlahnya merangkak naik sekitar 20 persen dari jumlah produksi sampah hari-hari biasa. Dengan kondisi armada yang terbatas, maka perlu dilakukan optimalisasi dengan menggunakan aplikasi berbasis GPS yakni Siperkasa GPS tersebut.

“Sehingga nantinya kepala DLH bisa mengontrol penanganan sampah, misalnya sampah di lokasi Pasar Mawar kenapa belum diangkut, harusnya sudah bersih. Maka akan bisa diketahui apa penyebabnya, ternyata karena angkutan belum datang. Di mana keberadaan angkutan, dilacak lewat aplikasi ternyata terjebak macet di Jembatan Landak,” terang Edi.

Keistimewaan aplikasi ini, dalam keadaan darurat atau mengalami kendala dalam perjalanan, sopir armada bisa langsung menekan tombol yang langsung terhubung ke sentral di DLH.

“Apakah kendaraannya mengalami mogok atau terjebak kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas,” kata Kepala DLH Kota Pontianak, Tinorma Butar Butar, yang menggagas terciptanya aplikasi “Siperkasa GPS”.

Tinorma menambahkan, aplikasi tersebut terkoneksi ke perangkat pintar seperti smartphone, laptop dan lainnya, sehingga meskipun berada di mana saja, bisa tetap terpantau melalui smartphone.

DLH Kota Pontianak, mencatat saat ini memiliki dumptruck, fuso, amrol, pickup dan tossa, dengan jumlah keseluruhannya sebanyak 58 armada. Sedangkan armada yang sudah terpasang GPS berjumlah 20 armada, terdiri dari tossa tiga unit, pickup dua unit, fuso dua unit, amrol tujuh unit, dan dumptruck enam unit.

“Sisanya akan dipasang pada tahun depan bersumber dari APBD 2019,” katanya. (madun)

News Feed