oleh

Kabupaten Karimun Launching Perdana Ekspor Nanas dan Pisang Kundur ke Singapura

-Ekonomi-87 views

 

Karimun, Radar Pagi – Bupati Karimun H. Aunur Rafiq didampingi Dirjen Hortikultura Dr. Suwandi meresmikan Launching Perdana Ekspor Nanas dan Pisang Kundur ke Singapura, Sabtu (20/10/2018).

Acara ini sekaligus meresmikan Unit Penanganan Segar (Packing House Operation) Buah Ekspor yang berlokasi di Tanjung Berlian, Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. 

Dalam sambutannya, Bupati Karimun menyampaikan apresiasinya kepada Kementan yang telah membantu terwujudnya ekspor nanas dan pisang. Kepada Bank Indonesia dia juga berharap agar ke depannya BI bisa membantu petani nanas dalam penyediaan saprodi. Bupati berharap petani mendapat jaminan pasar bagi produknya sehingga tidak ragu lagi menanam nanas.

Sementara Dirjen Hortikultura menyampaikan, di saat rupiah melemah, ekspor adalah pilihan yang tepat untuk menjaring devisa. 

“Ke depannya diharapkan ada industri hilir sehingga ada peningkatan nilai tambah,” katanya.

Pulau Kundur adalah salah satu daerah penghasil buah nenas dan pisang dengan luas areal pertanaman  hampir mendekati 300 hektare dengan produktivitas mencapai 20 ton perminggu.

Melihat potesinya yang  cukup bagus, nenas dan pisang Kundur memiliki peluang untuk dijadikan komoditas ekspor andalan dari Pulau Kundur, dengan target ekspor perdana negara tetangga yg letaknya sangat dekat dengan pulau Kundur yaitu Singapura.

Untuk mewujudkan mimpi ekspor tersebut, Dinas Pangan dan Pertanian Karimun menggandeng Badan Litbang Pertanian khususnya Balai Besar Pascapanen sebagai penyedia teknologi sekaligus line proses penanganan segar buah ekspor, Ditjen Hortikultura menyediakan bangunan PHO serta fasilitasi ekspor serta  PT Alamanda Sejati Utama sebagai eksportir untuk pasar Singapura.

Balai Besar Pascapanen mengambil peran yang cukup penting dalam rangka ekspor perdana ini. Tidak hanya memberikan rekomendasi teknologi tetapi ikut serta dalam melengkapi peralatan-peralatan yang diperlukan oleh suatu unit penanganan segar buah (PHO), seperti penyediaan alat pembersih nenas (blast air compressor), meja-meja persiapan dan sortasi, bak pencucian dan  ozon generator.

Dengan fasilitas PHO yang cukup memadai diharapkan dapat memenuhi kualifikasi yang diinginkan oleh negara tujuan ekspor.

Untuk ekspor perdana ini akan ada lima ton nanas Kundur yang siap dikirim ke Singapura disamping satu ton pisang. 

Tahapan selanjutnya, target ekspor adalah 10 ton per minggu hingga akhir 2018. Sementara itu pada 2019 ditargetkan bisa mencapai 20 ton per minggu. 

Untuk bisa mencapai target tersebut tentunya banyak hal yang harus disiapkan antara lain fasilitas cold room, perbaikan sistem budidaya di lapang, dan perluasan bangunan PHO. (safrizal)

Baca juga: http://radarpagi.com/harga-pakan-naik-peternak-ayam-menjerit/

 

News Feed