oleh

Polda Jawa Timur Ancam Jemput Paksa Ahmad Dhani

-Jawa-56 views

 

Jakarta, Radar Pagi  Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengultimatum akan menjemput paksa musisi Ahmad Dhani Prasetyo apabila hingga Selasa pekan (23/10/2018) besok tidak memenuhi panggilan kedua dari pihak kepolisian.

Sebelumnya Ahmad Dhani mangkir dari pemeriksaan polisi dalam kasus pencemaran nama baik pada Kamis (18/10/2018) kemarin.

Bukan cuma itu, Polda Jatim sudah mengirimkan status cegah tangkal Ahmad Dhani ke pihak imigrasi setempat.

“Sudah diajukan (pencekalan) oleh Polda Jatim ke Kanwil Imigrasi Surabaya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Sabtu (20/10/2018).

Dia menjelaskan, pencekalan dilakukan menyusul ditetapkannya Ahmad hani sebagai tersangka karena menyebut massa peserta aksi yang kontra dengan #2019GantiPresiden sebagai “idiot”.

Sebutan “idiot” itu dilontarkan Dhani  dalam vlog atau video blog yang dibuatnya di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur. Saat itu, suami Mulan Jameela ini tidak bisa keluar hotel karena dikepung massa yang sebagian besar anggota Banser NU.

Di tempat berbeda, Wakil Ketua BPP Prabowo Subianto-Sandiaga Jawa Timur, Renville Antonio menilai, penetapan status tersangka pencemaran nama baik kepada Ahmad Dhani tidak memenuhi syarat. Pasalnya, dalam video tersebut, Dhani tidak menyebut ada subyek dari tindakan pencemaran nama baik.

Dalam video tersebut, kata Renville, Dhani juga tidak menyebut secara spesifik siapa yang dimaksud “idiot” tersebut.

 “Mas Ahmad Dhani juga tidak menyebut secara spesifik sebagai ungkapan kekesalan. Sehingga dapat disimpulkan tidak ada niat jahat untuk menghina. Karena dalam video itu untuk meminta maaf kepada audience,” katanya, beberapa saat lalu.

Menurut Renville, dalam delik aduan kasus pencemaran nama baik, harus ada subjek laporan yang dituju. Padahal Dhani juga tidak menyebut nama pelapor dalam video tersebut sehingga tidak bisa dikatakan sebagai korban. 

“Bahwa secara fakta dalam video yang dijadikan laporan objek polisi ada tiga hal yang tidak memenuhi syarat yakni, tidak menyebutkan nama secara spesifik, tidak ada kata-kata menyebutkan penghinaan secara spesifik dan tidak ada laporan dari korban. Yang mana pelapor bukan orang yang mengalami penghinaan,” katanya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis siang (18/10/2018) Penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim kini menaikkan status Ahmad Dhani Prasetyo dari saksi menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap ormas Banser (Bantuan Ansor Serbaguna).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, penetapan tersangka terhadal pentolan grup band Dewa 19 ini sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi ahli bahasa, ahli pidana, ahli IT Dan saksi-saksi lain. (ria)

Baca juga: http://radarpagi.com/maruf-amin-bilang-penyelesaian-kasus-ham-di-era-jokowi-lebih-baik-komnas-ham-dan-kontras-bilang-sebaliknya/

News Feed