oleh

Masuk 20 Besar Tokoh Muslim Berpengaruh, Jokowi: Saya Akan Terus Bekerja

-Nasional-876 views

 

Semarang, Radar Pagi – Presiden Jokowi kembali masuk urutan 20 besar dalam daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia tahun 2019 mendatang, versi Pusat Studi Strategis Islami Kerajaan (The Royal Islamic Strategic Studies Centre/RISSC) yang berkedudukan di Amman, Jordania.

Selain Jokowi yang berada di urutan 16, ada dua tokoh Islam Indonesia yang masuk dalam daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia itu, yaitu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj (urutan 20)dan Ketua MUI Jateng Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau dikenal Habib Luthfi (urutan 37).

Selain ketiga nama tadi, ada juga nama Prabowo Subianto, Megawati Soerkarnoputri dan Anis Matta. Namun ketiga nama terakhir berada di level 450 besar, serta tidak diberi nomor urutan. Hanya 50 teratas dari daftar 500 tokoh yang mendapat urutan.

Terkait penghargaan tersebut, Jokowi mengatakan bahwa itu merupakan penghargaan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Alhamdulillah, saya kira sebuah penghargaan untuk kita semuanya, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” kata Jokowi usai berkunjung ke Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/10/2018).

Lebih lanjut dia mengatakan akan tetap fokus bekerja. “Tapi saya tetap terus akan bekerja apa adanya, seperti biasanya,” ucapnya.

Saat bersilaturahmi dengan para santri dan pengurus Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon, Jokowi sempat mengutarakan kekhawatiran atas bertebarnya kabar bohong, hoaks, maupun fitnah di media sosial menjelang pemilihan umum, pemilihan bupati, pemilihan walikota, pemilihan gubernur, hingga pemilihan presiden.

“Itu bukan tata krama Indonesia. Itu bukan etika Indonesia, itu bukan nilai-nilai Islami kita,” tutur Jokowi.

Dia pun mencontohkan berita palsu bahwa dirinya sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). “Umur saya baru 4 tahun, masa sudah jadi aktivis PKI, masa ada PKI balita? Ada juga gambar DN Aidit Ketua PKI waktu pidato tahun 1955, di sebelahnya ada (foto) saya. Saya lahir saja belum. Itulah jahatnya politik, jahatnya fitnah seperti itu,” katanya.

Untuk itu, dia mengajak semua pihak utamanya pondok pesantren untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki karakter.

“Tadi saya baca sekilas bahwa misi Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon ini adalah membangun santri yang berakhlakul karimah dan membangun santri yang berkarakter ahlussunnah wal jamaah, saya rasa ini adalah sebuah visi ke depan yang sangat baik dan marilah kita wujudkan bersama-sama,” katanya. (jar)

Baca juga: http://radarpagi.com/ini-pesan-jokowi-kepada-para-santri/

News Feed