oleh

Setelah Monev KPK, ASN Papua Diharap Kerja Maksimal Tanpa Tersandung KKN

 

Jayapura, Radar Pagi – Lima Kabupaten wilayah Meepago Papua, masing-masing Kabupaten Intan Jaya, Nabire, Paniai, Deiyai dan Dogiyai, menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Acara digelar di Sasana Karya Kantor Gubernur, Jl. Soasiu Dok. II, Kota Jayapura, Senin (22/10/2018). Kegiatan ini berlangsung dari 22 s/d 23 Oktober 2018. 

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah agar dapat mencegah aparatur pemerintahan melakukan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme,” ujar Asisten Bidang Umum Sekda Provinsi Papua Elysa Auri mewakili Gubernur Papua dalam sambutannya.

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni (berbaju merah) dan Sekda Kabupaten Intan Jaya Markus Airori (duduk di sebelah Bupati)

Menurut Elysa, dengan monitoring dan evaluasi ini diharapkan pelaksanaan pembangunan dan kemasyarakatan di masing-masing kabupaten dan kota di Papua bisa berjalan dengan baik.

“Sehingga masyarakat mendapat dampak daripada pembangunan itu sendiri,” ujar Elysa.

Dengan adanya pendampingan dari KPK, sambung Elysa, semua kabupaten dan kota beserta aparatur sipil negara diharapkan bisa bekerja maksimal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan kegiatannya dan tak tersandung kasus hukum (KKN).

Kadis Pendidikan Kabupaten Intan Jaya, Apolos Bagau (kiri) dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Intan Jaya, Arnoldo Sokrates Tanding (kanan)

Untuk hari ini, acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB, ketika peserta mulai berdatangan untuk registrasi di lokasi acara.

Acara kemudian dibuka sekitar pukul 09.00 WIB oleh Sekda Provinsi Papua, dan sesi-sesi acara dipandu seluruhnya oleh Tim KPK. (Om Yan)

 

News Feed