oleh

Kementerian Pertahanan Gelar Malam Bahasa dan Budaya Internasional

-Kabar Seni-82 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Pusat Pendidikan dan Latihan Bahasa Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan (Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan) menggelar Malam Bahasa dan Budaya Internasional (MBBI) di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (22/10/2018) malam.

Penyelenggaraan MBBI ke-17 tahun 2018 kali ini yang bertepatan dengan Bulan Bahasa yang jatuh setiap bulan Oktober, mengangkat tema “Exploring Cultural Diversity” (Mempelajari Keanekaragaman Budaya), dan menonkolkan budaya Bali sebagai budaya lokal Indonesia.

“Ini dalam upaya memelihara dan meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan dan persahabatan antarnegara. Ini juga untuk mendukung dan bersinergi dengan program Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan budaya Indonesia,” kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Menurutnya, persahabatan antarnegara bisa dimulai dari memahami bahasa dan budaya suatu bangsa. Sebab budaya bangsa mengandung nilai-nilai dan norma suatu bangsa, sebagian tercermin dalam ekspresi bahasa.

“Memahami bahasa dan budaya, akan semakin meningkatkan kebersamaan. Oleh karena itu, kegiatan ini saya nilai sangat penting dan positif untuk saling memahami bahasa dan budaya satu dengan yang lain,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, Pusdiklat Kemhan selalu memperkenalkan budaya Indonesia di setiap penyelenggaraan MBBI. Kali ini, Indonesia menampilkan kesenian budaya Bali melalui Tari Sekar Jagat, Tari Kecak, dan Joget Bumbung Bali. Selain itu, ditampilkan juga beberapa makanan dan minuman khas Pulau Dewata.

“Hal ini merupakan bentuk dukungan dan sinergi yang diciptakan antara Kemhan dengan Kemenpar dan Pemda Bali, dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia umumnya dan pariwisata Bali khususnya,” ujar Ryamizard.

Sementara untuk para siswa yang sedang mempelajari bahasa di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, kegiatan MBBI ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan budaya dan sebagai wahana untuk saling mengekspresikan pemahaman mereka terhadap bahasa dan budaya dari berbagai negara.

Kegiatan MBBI tahun ini diikuti seluruh siswa dari luar negeri yang sedang mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. Jumlahnya mencapai 156 orang dari 15 negara.

Negara-negara yang terlibat adalah Australia, Bangladesh, Tiongkok, India, Jepang, Korea, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Srilangka, Singapura, Saudi Arabia, Thailand, Timor Leste. Namun siswa asal Indonesia yang sedang belajar Bahasa Inggris, Korea, Prancis, dan Rusia juga terlibat dalam kegiatan ini.  

“Kepada para siswa mancanegara, saya mengharapkan kesempatan anda belajar di sini digunakan sebaik-baiknya untuk mengenal sebanyak mungkin nilai-nilai budaya Indonesia,” kata Ryamizard.

Sementara itu, Kabadiklat Ida Bagus mengemukakan kegiatan MBBI dimaksudkan untuk memberikan wawasan budaya dan sebagai wahana untuk saling mengekspresikan pemahaman mereka terhadap bahasa dan budaya dari berbagai negara.‎

Para siswa dari berbagai negara menampilkan budaya di atas panggung dan menyajikan kuliner negara mereka masing-masing di dalam stand yang disiapkan. Demikian pula dengan siswa Indonesia diberi kesempatan menunjukkan kemampuan mereka akan penguasaan bahasa dan budaya dari bahasa yang negaranya sedang mereka pelajari.

“Kita jadikan bahasa dan budaya‎ sebagai sarana yang efektif meningkatkan kerjasama. Bahasa dan budaya memudahkan komunikasi dalam meningkatkan pertahan,” tutur Ida. (jar)

 

News Feed