oleh

Ini Alasan Kapolda Sulut Tidak Mau Sebut Pemilu Sebagai Tahun Politik

-Sulawesi-359 views

 

Manado, Radar Pagi – Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Bambang Waskito mengatakan dirinya tidak pernah menyebut pemilu sebagai tahun politik, tetapi selalu menyebut pesta demokrasi. Rupanya ada hal mendasar yang melandasi sikapnya itu.

“Pesta demokrasi itu, ya betul-betul kita berpesta pora, tidak ada ancaman, tidak ada tekanan, memang betul-betul melepas keinginan kita,” kata Bambang dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan DPD Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Sulut dan Tumbelaka Academic Centre bekerjasama dengan Polda Sulut, di Manado, Rabu (24/10/2018).

Pesta demokrasi, lanjut Bambang, adalah bagaimana rakyat bisa menyampaikan aspirasi memilih seorang pemimpin lima tahun ke depan dengan sukarela, dengan keyakinan sendiri, tanpa paksaan, tanpa hoax, tanpa serangan fajar.

“Jadi betul-betul damai, itu yang harus kita ciptakan,” katanya.

Dia mengatakan, kalau semua sepakat dengan aturan yang sudah ada, dengan rambu-rambu yang sudah dibuat, maka Pemilu pasti berjalan aman.

“Rakyat mengharapkan penyelenggara KPU, Bawaslu, bekerja profesonal, dan selama kita semua berkomitmen untuk mentaati, mengikuti aturan yang ada, pasti aman,” katanya.

Terkait dengan hoax, Kapolda mengatakan jika ada informasi yang dianggap aneh di media sosial sebaiknya dilaporkan ke aparat berwenang.

“Jangan menambah-nambah, jangan dibagikan, sebab kita tidak tahu sumbernya dari mana,” katanya.

Dia mengatakan mewujudkan pemilu yang aman, damai, sejuk dan tanpa hoax merupakan harapan bersama seluruh rakyat.

“Ini merupakan cita-cita kita semua,” kata Bambang.

Selain Kapolda sebagai narasumber, FGD yang mengangkat tema “Pemilu 2019, aman, damai, sejuk dan tanpa hoax” ini juga menghadirkan Taufik Tumbelaka dari Tumbelaka Academic Centre, dan Amanda Komalimng Ketua IJTI Sulut. (mas)

Baca juga: http://radarpagi.com/personil-polrestabes-medan-ditimpuki-batu-saat-ringkus-2-pecandu-sabu/

News Feed