oleh

Awas Bentrokan! Ribuan Banser Dikabarkan Siaga Antisipasi Aksi Bela Tauhid

-Nasional-97 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nahdlatul Ulama menyiapkan 2.000 anggota Ansor-Banser di Gedung PB NU dan GP Ansor, yang rencananya akan menjadi salah satu lokasi Aksi Bela Tauhid, pada Jumat (26/10/2018) hari ini. Kedua gedung tersebut berada di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Dari kopian Surat Pemberitahuan Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta Nomor 145/PW-VIII/SR-02/X/2018 pada Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya tertanggal 25 Oktober 2018 yang beredar di kalangan wartawan disebutkan, “Sehubungan dengan informasi akan adanya aksi massa yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang se-Jakarta dengan Korlap Imran Katmas (PTKP HMI Jakpus-Jakut) hari Jumat 26 Oktober dengan titik Gedung PBNU dan GP Ansor, kami memberitahukan akan menyiagakan dan monitoring sebanyak 2.000 anggota Ansor-Banser di sekitar lokasi.”

Surat tersebut ditandatangani Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi DKI Jakarta Abdul Azis (ketua) dan Dendy Zuhairil Finsa (sekretaris). Saat berita ini diturunkan, belum bisa dikonfirmasi mengenai kebenaran isi surat tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Aksi Bela Tauhid akan dilakukan di depan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta dengan jumlah masa lebih kurang 1.000 orang. Titik kumpul massa ada di Patung Kuda, Jakarta Pusat, setelah itu massa akan menuju Gedung Kemenkopolhukam.

Aksi Bela Tauhid dilakukan pasca kasus pembakaran bendera  HTI yang bertuliskan kalimat tauhid dalam peringatan Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan, Garut, Senin (22/10/2018) lalu.

Polisi telah mengamankan pembawa bendera berkalimat tauhid yang dianggap bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pria bernama  Uus Sukmana, warga Kampung Panyosogan, Kecamatan Cibatu, Jawa Barat tersebut berasal dari Garut, namun bekerja dan menetap di Bandung.

“Yang bersangkutan asli dari Garut, namun bekerja dan domisili sehari-harinya di Bandung,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana, Jumat (25/10/2018).

Pria 34 tahun itu ditangkap pada Kamis (24/10/2018) sekitar pukul 16.00 WIB di tempat kerjanya di Jalan Laswi, Kota Bandung. Diketahui dia tidak termasuk dalam daftar undangan untuk hadir dalam peringatan hari santri.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komjen Arief Sulistyanto, mengatakan pada saat kejadian Uus  sengaja membawa bendera dan mengibarkan bendera HTI itu pada apel peringatan Hari Santri Nasional.

“Selanjutnya, Uus diamankan anggota Banser dan di bawa keluar area upacara untuk diinterogasi,” kata Arief, Kamis (25/10/2018).

Dari hasil interogasi anggota Banser, pelaku mengatakan tidak membawa KTP dan mengaku dari Cibatu.

Uus akhirnya dilepaskan dan langsung meninggalkan lokasi. Dan beberapa anggota Banser kemudian membakar bendera HTI yang dibawa Uus. (jar)

News Feed