oleh

Beras Medium Bisa Jadi Beras Premium Istimewa Bila Pakai Teknologi Ini

-Ekonomi-424 views

 

Kediri, Radar Pagi – Kepala Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetika Pertanian (BB Biogen) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, Mastur, menjelaskan kiat produksi padi untuk meningkatkan nilai jualnya.

Di hadapan rombongan Komisi B DPRD Kediri, Jawa Timur, yang datang berkunjung ke BB Biogen, beberapa waktu lalu, Mastur mengatakan harga gabah rata-rata Rp4.000, namun jika menjadi benih bisa Rp7.000 atau lebih. Artinya pendapatan petani pun akan meningkat jika yang diproduksi adalah benih.

Lebih lanjut Mastur menjelaskan, produksi gabah apabila memakai teknologi biasa, menghasilkan beras medium. Namun dengan perbaikan teknologi pengolahan bisa menjadi beras premium yang nilainya lebih tinggi. Apalagi menggunakan beras khusus seperti beras pulen, aromatik, beras merah.

“Kemudian, lebih baik lagi produk unggul tersebut menerapkan budidaya organik, maka akan menjadi beras bintang tiga, yaitu beras premium istimewa/khusus,” kata Mastur.

Selain itu, tanaman hortikultura lainnya seperti nanas, cabai dan lain-lain yang sudah berkembang dan dikenal, juga perlu didorong karena bernilai tambah tinggi.

Bahkan pengembangan kawasan pertanian juga dapat diintegrasikan dengan eduwisata dimana wisatawan dapat terjun langsung melihat dan mempraktekkan cara petani mengolah sawah atau kebunnya, sehingga bisa menambah pendapatan petani.

Mastur pun mendukung upaya DPRD Kediri dalam memperbaiki kondisi pertanian.

Menurut Mastur, masalah yang mendasar di Kediri antara lain bersumber dari mahalnya sewa lahan dan upah perlu direspons dengan perubahan orientasi dari pertanian biasa (konvensional) menjadi pertanian inovatif bernilai tambah tinggi, antara lain melalui pengembangan industri benih, produk premium, hortikultura dan multifungsi.

Mastur mengusulkan agar Kediri dikembangkan menjadi pusat produksi benih (seed centre). “Kediri sudah mempunyai modal berupa lahan yang subur, sumber air yang mudah dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Untuk itu Kediri harus menjadi pusat industri benih,” ujar Mastur.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kediri, Sudarmiko, mengatakan semakin berkurangnya minat masyarakat terutama pemuda dibidang pertanian menjadi salah satu faktor menurunnya kualitas pertanian di daerahnya. Ditambah lagi masalah alih fungsi lahan yang menyebabkan lahan pertanian terus berkurang. 

“Masalah lain yang paling umum dialami petani, misalnya, harga benih padi yang mahal tapi kualitasnya tidak sesuai. Untuk itu harapan kami dari kunjungan ini adalah kami dapat menerapkan beberapa hasil penelitian, antara lain berbagai  varietas unggul, yang kami butuhkan,” ujar Sudarmiko.

DPRD Kabupaten Kediri berharap agar bisa dijalin kerjasama antara Balitbangtan khususnya BB Biogen dengan Pemerintah Kabupaten Kediri. Terhadap harapan tersebut, Mastur menyambut baik dan perlu segera ditindaklanjuti. Semoga harapan untuk mewujudkan pertanian berdayasaing terwujud.

Di akhir diskusi, BB Biogen menyerahkan benih varietas unggul padi Inpadi Blas, Inpari 40, Kedelai Biosoy dan teknologi feromon secara simbolis kepada DPRD Kediri. (heri)

News Feed