oleh

Jaksa yang Menuntut Ahok Turut Menjadi Korban Tragedi Lion Air

-Jawa-430 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Andri Wiranofa, Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung juga menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10.2018) kemarin.

Sebelum kembali ke Bangka Belitung, Andri berada di Jakarta untuk berkumpul bersama keluarganya. Dia terbiasa pulang pergi Jakarta-Pangkalpinang karena anak dan istri berada di Jakarta.

Saat akan kembali bertugas ke Pangkalpinang, biasanya istri Andri tak ikut bersamanya. Namun entah kenapa, kali ini istri Andri ikut serta dalam penerbangan nahas tersebut. Beruntung, anak mereka tak ikut serta.

Diketahui, Andri pernah menjadi salah satu dari 13 Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok.

Informasi menyebutkan, Jaksa Andri duduk di kursi nomor 8A, sementara sang istri duduk di kursi nomor 8 B. Hingga kini jenazah Andri beserta istri masih belum ditemukan.

Sementara itu, Sony Setiawan menjadi satu-satunya orang yang selamat dalam tragedi tersebut. Namun Sony selamat bukan karena dia berhasil meloloskan diri dari dalam badan pesawat yang menghujam lautan, melainkan selamat karena batal terbang gara-gara terjebak macet di Tol Cikampek.  

“Saya kan rumahnya di Bandung, tiap Minggu pulang. Setiap Senin pagi naik Lion yang 06.10. Biasa dari Bandung 11 malam, biasanya sampai terminal 1 B Jakarta sekitar jam 3 pagi, tadi pagi macet parah di Cikampek saya baru sampai Bandara 6.20 pesawat sudah terbang,” kata Sony di Bandara Depati Amir, kemarin.

Pegawai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Kementerian Keuangan Bangka Belitung (Babel) itu pun langsung lemas dan menangis saat mendengar kabar  pesawat yang akan membawanya ke Bangka mengalami kecelakaan. Dia tak sanggup membayangkan beberapa rekannya yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.

“Saya lemes sampai nangis, inilah jalannya takdir Allah buat saya untuk memperbaiki diri. Karena tahu saya telat, saya beli tiket Sriwijaya yang 09.40 karena tadi parah sekali macetnya,” ungkapnya.

Sony mengaku sudah memiliki firasat tidak nyaman sejak Minggu (28/10/2018) sore. Karena itu dirinya mencetak boarding pass lebih awal karena takut terlambat. Ternyata keesokan harinya justru dia merasa malas pergi sampai akhirnya terjebak macet dan tertinggal pesawat. Dia kemudian terbang ke Babel setelah membeli tiket maskapai lainnya.

“Enggak ada firasat, dari kemarin sore cuma enggak enak. Saya check in online karena takut terlambat, tapi saya kok males benar pergi. Biasanya enggak pernah dicetak boarding pass,” ujarnya.

Pesawat Lion Air JT 610 mengalami lost contact sekitar pukul 06.33 WIB atau 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Dua menit sebelumnya, pilot pesawat meminta kepada air traffic control (ATC) untuk kembali ke Bandara Soekarno Hatta. (ria)

 

 

News Feed