oleh

Kabupaten Nias Gelar Bursa Inovasi Desa 2018

-Ekonomi-77 views

 

Nias, Radar Pagi – Untuk mendorong peningkatan pemanfaatan Dana, untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Nias, Sumatera Utara, melalui Tim Inovasi Kabupaten (TIK) menyelenggaran Bursa Inovasi Desa (BID) Tahun 2018.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM tersebut berlangsung di Hall BNKP Lasara Idanoi Kecamatan Gido Kabupaten Nias, Rabu (31/10/2018).

Toharudin SS,  Ketua Panitia penyelenggara BID Kabupaten Nias tahun 2018, dalam laporannya menyampaikan BID merupakan implementasi dari dari Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa serta Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2018 Tentang Pedoman Umum Program Inovasi Desa.

Lebih lanjut Toharudin melaporkan kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua BPD, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan dan perwakilan tokoh perempuan dari 170 Desa di Kabupaten Nias ini bertujuan untuk memberikan masukan dan ide terhadap perencanaan pembangunan desa, membagikan kegiatan Inovasi yang telah didokumentasikan dalam bentuk video maupun tulisan serta membangun komitmen desa untuk melakukan adaptasi inovasi.  

Sementara itu, Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM menyampaikan Program Inovasi Desa sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Nias yang memiliki gerakan Kreatif, Inovatif dan Sinergitas (KIS) yang bertujuan untuk percepatan, ketepatan, dan efektifitas serta efesiensi dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawab yang dimulai dari Kabupaten hingga ke tingkat desa.

Sokhiatulo mengimbau peserta BID agar mulai memunculkan berbagai inovasi yang dapat dibanggakan dan dapat ditampilkan pada Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Nias Tahun 2018 pada bulan November sampai Desember 2018.

“Melalui Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Nias yang kita awali hari ini melalui Bursa Inovasi Desa Kabupaten Nias, bisa kita munculkan berbagai inovasi dari setiap desa sehingga hal ini benar-benar dapat kita banggakan bersama,” ujar Sokhiatulo.

Lebih lanjut Sokhiatulo Laoli menyampaikan, Pelaksanaan BID merupakan program penting pemerintah dalam upaya mewujudkan agenda Nawacita dalam rencana pembangunan Nasional 2015 – 2019, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas desa dalam melaksanakan perencanaan pembangunan di desa secara berkualitas agar dapat meningkatkan kemandiran ekonomi serta pembangunan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing desa.

Sokhiatulo mengharapkan Bursa Inovasi agar mampu menjadi instrumen penghubung antara pemanfaatan dana desa dengan sumber daya lokal Kabupaten Nias sehingga pemanfaatan dana desa tersebut lebih efektif dan efesien bagi masyarakat.

Sementara Kepala Dinas PMD Kabupaten Nias Yulianus Zai, S.Sos, M.Si, yang juga sebagai Ketua Tim Inovasi Kabupaten Nias, usai pelaksanaan BID kepada awak media menyampaikan, BID telah diwali dengan  pelaksanaan Musyawarah Antar Desa (MAD) tingkat Kecamatan, yang ditindaklanjuti dengan Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) serta pelatihan kepada Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) tingkat Kecamatan.

Menurutnya, BID adalah penantian panjang dan sebuah jawaban dengan posisi Kabupaten Nias yang secara Nasional yang masih tergolong tertinggal. Besar harapan Yulianus Zai untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki di Kabupaten Nias melalui pemanfaatan Dana desa dan Alokasi Dana Desa.

Yulianus juga memperkenalkan slogam Inovasi Kabupaten Nias yaitu “PASTI”, yang mengandung makna Patisipatif bahwa Inovasi di Desa itu harus melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan hal baru atau ide.

Sedangkan untuk mewujudkan ide itu sendiri dibutuhkan akses yaitu bagaimana untuk melihat sumber daya dan potensi yang ada disekeliling kita dengan tujuan pemikiran-pemikiran serta ide tersebut dapat berkelanjutan dalam sebuah sistem.

“Sehingga harapannya Bursa Inovasi yang baru saja dilaksanakan tidak hanya mentok pada sebuah catatan namun didapat menciptakan sebuah transformasi untuk bergerak untuk berbuat dan melangkah untuk melihat implikasi sejauh mana manfaat dari inovasi tersebut,” ujar Yulianus.

Usai acara pembukaan, panitia penyelenggara BID Kabupaten Nias 2018, mengarahkan seluruh peserta untuk mengunjungi stand BID guna melihat menu-menu Bursa Inovasi serta mengisi kartu komitmen implementasi dari beragam inovasi yang ada untuk ditindaklanjuti pada Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2019.    

Turut hadir pada pelaksanaan Bursa Inovasi Desa Kabupaten Nias 2018, Wakil Bupati Nias, Kepala Bappeda Kabupaten Nias, Koordinator Pendamping Wilayah (KPW) Provinsi Sumatera Utara, Seluruh OPD Kabupaten Nias dan Tenaga Profesional Pendamping Desa P3MD Sumatera Utara. (BN)

 

 

News Feed