oleh

Pokja IV Pimpinan Menkumham Selamatkan Rp 659 Triliun Investasi

-Ekonomi-68 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Kelompok Kerja (Pokja) IV Satuan Tugas Percepatan Paket Kebijakan Ekonomi dalam kurun dua tahun terakhir berhasil menyelamatkan investasi senilai Rp659 triliun.

Dari data yang diperoleh Radar Pagi, Jumat (2/11/2018), sejak dibentuk pada 28 Juni 2018, Pokja IV pimpinan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly ini telah menerima 300 kasus terhambatnya investasi yang terbagi dalam dua jenis persoalan, yaitu kasus yang uncountable investment dan countable investment.

Nominal rupiah ratusan kasus tersebut bukan main-main, karena nilai investasinya mencapai lebih dari seribu triliun. Beruntung Rp659 triliun di antaranya berhasil diselamatkan.

“Saya di Pokja IV ditugasi untuk menyelesaikan masalah-masalah investasi. Jika ada masalah, kami mengundang para pihak yang bersengketa, dan mencari solusinya,” kata Yasonna H Laoly, di Jakarta, beberapa saat lalu.

Saat ini, fokus Yasonna di Pokja IV adalah menyelesaikan sisa kasus yang belum terselesaikan. “Saya sudah perintahkan sektretaris saya, Pak Carlo (Inspektur Jenderal Polisi Carlo Brix Tewo), untuk memanggil para pihak (yang bersengketa), cari jalan damai, cari solusi, kalau ada yang keras-keras dan menyangkut pidana, maka kejar pakai pidana. Ini kita lakukan terus,” kata Yasonna.

Dia mengakui masih ada pihak yang bersengketa setelah diputuskan tetapi tidak menjalankan. “Bahkan dari instansi pemerintah,” kata Yasonna.

Selain itu, kata Yasonna, masih ada beberapa masalah yang sudah diputuskan oleh Pokja IV, tetapi karena ada satu dan lain hal, BUMN sendiri justru tidak mematuhi. “Ini nanti yang kita harapkan, kalau tidak bisa juga, maka saya laporkan ke Bapak Menko (Menko Perekonomian) untuk diputuskan,” katanya.

Dia menjelaskan, persoalan investasi yang harus diselesaikan oleh Pokja IV, antara lain pertikaian karena masalah-masalah birokrasi, masalah perbedaan pendapat, serta adanya regulasi-regulasi yang tidak menolong.

Meski sejauh ini investasi yang diselamatkan bernilai besar, namun Yasonna masih merasa kurang. “Kami harus lebih kencang lagi bekerja sesuai arahan presiden untuk menyelesaikan macetnya persoalan investasi,” katanya. (Rio)

Baca juga: http://radarpagi.com/pengelola-bantah-rth-kalijodo-jadi-tempat-dugem-itu-hoax/

News Feed