oleh

Ini Cara Budidaya Nanas yang Baik dan Benar

-Ekonomi-1.571 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, menjadikan pisang dan nanas sebagai komoditas utama ekspor buah ke mancanegara. Hal ini dikarenakan sebagian besar lahan di tanah air sangat cocok untuk membudidayakan kedua tanaman tersebut, selain permintaan pasar yang memang besar.

Nanas sangat cocok ditanam di daerah yang berada di dataran tinggi. Namun sebenarnya nanas juga bisa tumbuh di daerah yang datarannya rendah. Hanya saja hasil buahnya ukurannya lebih kecil dan lebih bulat dibandingkan dengan buah nanas yang tumbuh di dataran tinggi.

Budidaya nanas juga tidak dapat dilakukan di sembarang tempat, karena lahan penanaman harus memiliki Ph antara 4,5-5,5 tidak boleh kurang ataupun lebih karena akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Selain itu lahan yang paling bagus untuk budidaya nanas juga cenderung pada jenis tanah yang gembur, tanah lempung berpasir dan mengandung banyak unsur hara. Selain itu selama masa penanaman, sistem drainase juga menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya nanas.

Perlu diketahui juga kalau tanaman nanas ini sangat membutuhkan sinar matahari langsung selama 9 jam dalam sehari. Jadi, jangan sampai ia kekurangan sinar matahari langsung dalam sehari, atau tidak, tanaman nanas akan tumbuh tidak optimal dan membuat buah nanas kurang berkualitas saat dipanen. Dengan kata lain, tanaman nanas cocok berada di lingkungan yang memiliki suhu sekitar 23 sampai 32 derajat Celcius.

Anda tidak disarankan untuk menanam nanas pada musim hujan. Karena, tanaman nanas tidak cocok untuk lingkungan yang memiliki curah hujan yang tinggi. Hal ini dapat membuat tanaman akan layu dan membusuk.

Pembibitan

Pembibitan menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan budidaya nanas. Pembibitan harus diambil dari tanaman yang sehat dan bebas dari berbagai macam hama dan penyakit yang diantaranya memiliki ciri daun yang tebal dan penuh serta memiliki warna yang segar. Proses pembibitan ini dapat dilakukan dengan dua cara yakni secara generatif dan vegetatif. Namun untuk mempercepat proses pembuahan, bembibitan secara vegetatif akan lebih cepat dan menguntungkan yang diantaranya dengan menggunakan tunas batang atau dengan cara teks batang.

  • Pembibitan dengan tunas batang

Untuk proses pembibitan buah nanas secara vegetatif dengan tunas batang hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan memilih tanaman induk yang sedang berbuah atau sudah dipanen, pilih tunas batang yang berukuran 30-35 cm. Setelah menemukan tunas yang bagus, potong bagian daun yang dekat dengan pangkal pohon untuk mengurangi penguapan dan memudahkan pemindahan bibit. Selanjutnya lakukan penyemaian dengan menggunakan polybag dan tempatkan di tempat yang teduh. Dan setelah bibit tanaman mulai tumbuh Anda dapat memindahkannya pada lahan yang telah disediakan.

  • Pembibitan dengan stek batang

Untuk stek batang, Anda dapat memotong batang nanas yang sudah dipanen sepanjang 2,5 cm. Setelah itu selanjutnya belah potongan batang menjadi 4 bagian sama panjang, dan pastikan tiap bagian memiliki mata tunas. Sebelum ditanam semai bibit stek terlebih dahulu dengan media yang berisi campuran pasir dan pupuk kandang. Tanam potongan stek batang dalam media semai hingga berumur 3-5 bulan atau setelah berukuran 25-35 cm dan selama proses penyemaian ini lakukan penyiraman secara rutin.

Penyiapan Lahan

Penyiapan lahan dapat dilakukan pada awal musim hujan bersamaan dengan proses penyemaian. Hal ini bertujuan agar proses penyemaian dan pembibitan dapat selesai bersamaan. Proses penyiapan lahan ini dilakukan dengan cara menggemburkan, membalikkan posisi tanah, dan membuat sirkulasi udara pada tanah dengan cara dicangkul ataupun dibajak. Penyiapan lahan tanam ini dilakukan dengan menyiapkan dua hal berikut ini:

  • Bedengan

Pembentukan bedengan ini dipilih untuk memudahkan sistem drainasi. Bedengan ini dibuat bersamaan proses pengolahan lahan, dan dibuat dengan ukuran lebar sekitar 80-120 cm, tinggi 30-40 cm dan jarak antar tiap bedengan berkisar 90-150 cm.

  • Pengapuran

Syarat tumbuh tanaman nanas adalah memiliki pH tanah antara 4,5-5,5. Dan untuk menyeimbangkan kadar pH tanah langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengapuran. Proses pengapuran ini dilakukan dengan menggunakan bahan Calcit, Zeagro, Dolomit dan bahan kapur pertanian lainnya dengan dosis yang disesuaikan dengan pH tanah.

Penanaman

Setelah lahan tanam dan bibit telah siap, selanjutnya masuk ke tahap penanaman. Tahap penanaman ini akan baik apabila dilakukan pada awal musim hujan dengan langkah sebagai berikut:

  1. Membuat lubang tanam dengan ukuran 30x30x30 cm sesuai dengan jarak tanam antara 40×60 cm atau 60×80 cm.
  2. Penanaman bibit dilakukan sampai 3-5 cm bagian pangkal batang dapat tertimbun tanah.
  3. Memindahkan dan menanam bibit nanas pada lubang tanam masing-masing satu bibit untuk tiap lubang tanam.
  4. Padatkan kembali tanah di sekitar pangkal bibit, agar tanaman tidak mudah roboh dan agar tanaman memiliki kontak langsung dengan air tanah.
  5. Lakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman nanas ini meliputi beberapa hal, yang antara lain adalah:

  • Penyiraman

Meskipun tanaman nanas sangat tahan terdapat cuaca panas, namun untuk mengoptimalkan hasil pembuahan proses penyiraman akan sangat dibutuhkan. Penyiraman dapat dilakukan dua kali sehari yakni pada waktu pagi dan sore hari selama dua minggu sekali untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.

  • Penyulaman

Penyulaman atau penggantian tanaman yang mati dengan tanaman baru ini dilakukan apabila ditemukan tanaman baru yang tidak tumbuh atau terserang hama dan penyakit. Penyulaman dapat dilakukan paling lambat satu bulan setelah masa tanam.

  • Penyiangan

Penyiangan ini dilakukan untuk mengantisipasi gulma yang dapat memicu timbulnya serangan hama dan penyakit. Penyiangan ini dapat dilakukan secara rutin menyesuaikan tingkat pertumbuhan gulma di sekitar tanaman.

  • Penggemburan

Penggemburan dan pembumbunan tanah dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki dan menjaga struktur tanah dan menjaga agar tanaman tetap kokoh dan tidak keluar dari permukaan tanah. Proses ini dapat dilakukan dengan cara menggemburkan tanah di sekitar bedengan dan menimbunkannya pada pangkal batang nanas hingga membentuk bendengan.

  • Pemupukan

Pemupukan pada budidaya nanas dapat dilakukan dua kali yakni pada saat usia tanam mencapai 2-3 bulan dan dilanjutkan dengan tempo 3-4 bulan sekali hingga tanaman berbunga dan berbuah. Pupuk yang digunakan adalah pupuk yang memiliki kandungan nitrogen, kalium, fosfor dan unsur hara mikro untuk itu Anda dapat menggunakan pupuk Urea 100 kg, SP-36 150 kg dan pupuk KCI 100 kg untuk tiap hektar lahan tanam. Setelah dicampurkan, selanjutnya pemberian pupuk dapat dilakukan dengan membenamkan pupuk ke dalam parit atau dengan menyemprotkan pupuk cair pada daun tanaman.

Penyakit dan Hama

Umumnya, hama-hama yang menyerang tanaman nanas di antaranya adalah lalat buah, ulat buah, kumbang, dan penggerek buah. Nah, untuk membasmi dan mencegah hama-hama tersebut, maka Anda bisa menggunakan pembasmi-pembasmi yang di antaranya adalah Micat, Buldog, Imidakloprit, dan spontan. Tapi ingat, gunakanlah pembasmi hama tersebut sesuai dengan dosis dan anjuran pada kemasan. Jika berlebihan, maka dapat menyebabkan tanaman nanas Anda jadi terganggu dan bisa-bisa mati sebelum panen.

Anda juga bisa menggunakan Mankozeb, Benlet, dan Kasumin dengan cara disemprotkan pada tanaman. Anda bisa mendapatkan itu semua di toko pertanian terdekat.

Pemanenan

Budidaya buah nanas yang dilakukan dengan cara vegetatif akan lebih cepat dibandingkan dengan cara budidaya secara generatif. Tanaman yang berasal dari bibit tunas batang sudah dapat dipanen pada umur 18 sejak masa tanam, sedangkan untuk tanaman yang dikembangkan dengan bibit tunas akar dapat mulai dipanen pada umur 12 bulan sejak masa tanam. Hal ini berbeda dengan proses penanaman buah nanas yang dilakukan dengan cara generatif yang baru dapat ditanam pada umur 2 tahun sejak masa tanam.

Proses pemanenan ini harus dilakukan dengan cara yang benar yakni dengan memotong tangkai buah dengan pisau yang tajam dan steril, selain itu untuk menjaga kondisi buah agar tidak rusak maka proses pemanenan juga harus dilakukan dengan hati-hati. Periode pemanenan dilakukan sebanyak tiga kali, yakni 25% pada periode pertama, 50% pada periode kedua dan 25% pada periode ketiga. (jar/dari berbagai sumber)

Baca juga: http://radarpagi.com/ini-cara-budidaya-pisang/

 

News Feed