oleh

Setubuhi Bocah di Pemandian Umum, Kakek 59 Tahun Dibekuk Satreskrim Polres Nisel   

-Sumatera-467 views

 

Nias Selatan, Radar Pagi – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nias Selatan meringkus seorang pria yang diduga telah menyetubuhi seorang anak di bawah umur di tempat pemandian umum di Desa Silima Banua Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara.

Sokhinihaogo Telaumbanua (59) akhirnya berhasil dibekuk di rumahnya pada Sabtu (3/112018) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB, setelah sebelumnya beberapa kali berhasil menghindari penangkapan, salah satunya dengan cara kabur lewat jendela.

Menurut Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F. Napitupulu S.I.K, MH melalui Kasatreskrim Polres Nias Selatan AKP Antony Tarigan, penangkapan terhadap terduga pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu dilakukan oleh tujuh anggota Satreskrim dipimpin IPDA Demonstar, SH.

“Pelaku diduga kuat telah menyetubuhi korban berinisial MG sebanyak satu kali, dimana korban masih berumur 13 tahun dan masih duduk di bangku sekolah,” ujar AKP Antony Tarigan.

Korban, sambung AKP Antony, tinggal bersama orang tuanya di Desa Silima Banua Kecamatan Somambawa, Kabupaten Nias Selatan.

“Korban disetubuhi beberapa waktu lalu di sebuah tempat pemandian umum Desa Silima Banua sekitar pukul 11.00 WIB, saat situasi sedang sunyi. Saat itu pelaku melakukannya secara paksa kepada korban,” kata AKP Antony.

Setelah selesai melampiaskan nafsu birahinya, pelaku memberikan uang Rp 100.000 kepada korban. Dua hari kemudian, korban menunjukkan perilaku aneh, dimana korban terlihat sakit dan hanya terbaring di tempat tidur. Korban pun menjadi pendiam, trauma dan seperti menyimpan ketakutan.

Setelah dibujuk orang tuanya, akhirnya korban mengaku telah disetubuhi oleh pelaku. Mendengar pengakuan dari korban, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Nias Selatan.

Hasil visum menunjukkan, kelamin korban mengalami kerusakan akibat paksaan benda tumpul. “Dari hasil pemeriksaan dokter ditemukan adanya kelainan pada alat kelamin korban,” ujar AKP Antony.

Kini pelaku dijerat dengan ancaman hukuman maksimal. Kepada pelaku diduga di kenakan Pasal 81 ayat 1 dan 2 yo pasal 82 ayat 1 dan 2,Undang-Undang RI no 17 tahun 2016, tentang perubahan atas UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya mengenai tindak pidana kekerasan terhadap anak.

“Dipidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda maksimal Rp 5 miliar,” tukas AKP Antony. (WL)

News Feed