oleh

Bupati Boyolali (Kader PDIP) Ajak Warga Tidak Pilih Prabowo

-Jawa-554 views

 

Jakarta, Radar Pagi – “Kalian kalau masuk [hotel] mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian, ya, tampang-tampang orang Boyolali,” ujar Prabowo, Selasa (30/10/2018) silam. Ternyata candaan tersebut berbuntut panjang ….

Bupati Boyolali Seno Samodro mengajak warganya untuk tidak memilih calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto karena sudah melontarkan pernyataan ‘tampang Boyolali.’

Seno mengaku mengajak warganya untuk tak memilih Prabowo namun tetap bersikap dengan bijak.

“Kita fokus konsolidasi untuk melakukan penghinaan ini menyikapi dengan cara yang arif dan bermartabat, pokoknya tidak milih capres itu,” ujar Seno, saat dikonfirmasi, Senin (5/11/2018), dilansir CNNIndonesia.

Seno mengkonfirmasi ajakan itu diucapkannya ketika berorasi dalam aksi ‘Save Tampang Boyolali’ yang digawangi oleh Forum Boyolali Bermartabat, di di gedung Balai Sidang Mahesa, Boyolali, Minggu (4/11/2018) kemarin.

“Saya tegaskan, karena ini Forum Boyolali Bermartabat, tidak usah menjelek-jelekkan Prabowo. Kita hanya sepakat tidak akan memilih capres yang nyinyir terhadap Boyolali. Setuju?” kata Seno, disambut teriakan ‘setuju’ ribuan warga Boyolali.

Seno yang merupakan kader PDIP menyebut aksi ribuan warga itu terjadi bukan karena pengerahan massa dengan garis politik yang sama. Baginya, pernyataan Prabowo itu terbilang tak layak, terlebih sebagai calon presiden.

“Enggak pantas capres ngomong begitu. Masa ke hotel bintang lima ditentukan oleh tampang. Mau tampangnya merongos, mau gimana, tetap diterima, siapapun boleh ke hotel bintang lima kalau punya kartu kredit,” tuturnya.

Pemkab Boyolali sendiri diakuinya tidak akan mengambil langkah hukum terhadap Prabowo. Namun, pihaknya akan mengawal pelaporan yang dilakukan oleh warga ke kepolisian

“Sudah ke ranah hukum, biar berproses. Kita kondisikan, kita back up. [Pernyataan Prabowo] ini sangat menyakitkan,” ucap Seno.

Di tempat terpisah, Prabowo merasa bingung karena pernyataannya soal ‘Tampang Boyolali’ itu cuma gurauan.

“Saya bingung kalau saya bercanda, dipersoalkan. Kalau saya begini dipersoalkan, begitu dipersoalkan,” kata Prabowo saat memberi sambutan dalam Tabligh Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Minggu (4/11/2018) kemarin.

Meski demikian, Prabowo memaklumi karena saat ini sudah memasuki tahun politik. Namun, persoalan ini membuatnya bingung dalam berkampanye.

Termasuk soal istilah emak-emak. Dalam kampanyenya di berbagai kesempatan Prabowo kerap menggunakan istilah emak-emak sebagai pengganti ibu-ibu yang akrab di telinga masyarakat.

“Yang ngomong emak-emak, emak-emak sendiri. Saya bilang ibu-ibu, mereka protes. Saya ngeri kalau kalian tidak jadi dukung saya,” katanya, “Jadi joke sekarang harus dibatasi. Jadi saya bingung saya mau bicara apa. Tapi saudara-saudara sudah mengerti. Karena itu saudara di sini,” katanya. (jar)

Baca juga: http://radarpagi.com/tebing-longsor-di-cisaat-akibat-hujan-deras-rusak-rumah-warga/

News Feed