oleh

Polres Nias Selatan Bekuk Dua Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

-Sumatera-50 views

 

Nias Selatan, Radar Pagi – Dalam sepekan terakhir, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nias Selatan meringkus dua tersangka pelaku pencabulan yang terjadi di dua lokasi berbeda di Kabupaten Nias Selatan.

Tersangka pertama berinisial A-L (60) warga Desa Siwalubanua Kecamatan Somambawa, ditangkap di rumahnya Selasa (30/10/2018) lalu, berdasarkan laporan keluarga korban berinisial J-T (4) warga desa yang sama.

Informasi yang diterima, peristiwa pencabulan terjadi Senin (29/10/2018). Saat itu korban sedang bermain-main di rumah pelaku. Kemudian pelaku mengajak korban ke dalam kamar dan menggesek-gesekkan kemaluannya di bibir kelamin korban.

Saat pelaku sedang membersihkan cairan sperma di bibir kelamin korban, ibu korban tiba-tiba datang dan melihat peristiwa tersebut, sehingga perbuatan cabul tersebut dilaporkan ke Mapolres Nias Selatan.

Untuk tersangka kedua berinisial S-T (59) warga Desa Silimabanua Kecamatan Somambawa. Pelaku diduga melakukan persetubuhan terhadap seorang anak di bawah umur berinisial M-G (13) penduduk desa yang sama, pada Kamis (27/9/2018) silam.

Saat itu korban yang baru selesai buang air di lokasi pemandian umum hendak pulang ke rumahnya. Tersangka S-T yang diduga sudah mengintip korban langsung menarik korban kembali ke dalam tempat pemandian dan memaksa korban melakukan persetubuhan. Usai melakukan perbuatan bejatnya, pelaku memberikan uang Rp100 ribu sambil mengancam akan membunuh korban apabila memberitahukan peristiwa tersebut kepada orang lain.

Namun korban ternyata tetap menceritakan peristiwa tersebut kepada keluarganya yang langsung melaporkan tersangka ke Polres Nias Selatan. Petugas langsung melakukan pengejaran, namun pelaku berulangkali berhasil melarikan diri sampai akhirnya tertangkap saat bersembunyi di dalam rumahnya, Sabtu (3/11/2018) kemarin.

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F. Napitupulu S.I.K., M.H. saat melakukan jumpa pers di Mapolres Nias Selatan mengatakan, kedua pelaku mengaku baru sekali melakukan tindakan cabul terhadap korbannya.

Kepada masyarakat, Kapolres mengimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengawasi anak-anaknya. Dia berjanji akan bertindak tegas terhadap para pelaku pencabulan anak di bawah umur.

“Anak merupakan aset bangsa jadi harus sama-sama kita jaga. Saya imbau kepada masyarakat khususnya para orangtua agar tidak ada lagi kejadian yang merugikan anak. Apabila ada kejadian yang menimpa ataupun merugikan anak, kami akan lakukan tindakan tegas,” ujar Kapolres.

Tindak pidana terhadap anak ini, lanjut Kapolres, bukan merupakan kejahatan biasa, tapi termasuk dalam Serious Crime (Kejahatan Serius). “Kejahatan terhadap anak ini bukan hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi sudah menjadi perhatian dunia Internasional,” ujar mantan Kasubdit IV/ Renakta Polda Sumatera Utara ini.

Dalam proses penyidikan, pihak Polres Nias Selatan bekerjasama dengan Lembaga Pemerhati Anak untuk memberikan pendampingan kepada pihak korban.

Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) (2) Subsider Pasal 82 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman kebiri atau hukuman penjara paling lama 15 tahun. (WL)

Baca juga: http://radarpagi.com/dalam-satu-minggu-unit-reskrim-polsek-tambora-ringkus-tiga-pengedar-narkoba/

News Feed