oleh

Napi Bisa Jual Narkoba: Polda Papua Tangkap Pengguna Beli Sabu di Lapas

 

Jayapura, Radar Pagi – Lembaga Pemasyarakatan (lapas) belum benar-benar steril dari peredaran Narkoba. Bahkan narapidana pun masih bisa menjalankan bisnis ini dari dalam lapas.

Direktorat Narkoba Polda Papua menangkap dua pengguna narkotika jenis sabu-sabu pada dua lokasi berbeda di kawasan Abepura, Kota Jayapura.

Kedua pelaku bernama Maikel alias Koko dan Acan di sekitar Youtefa – Abepura (Kali Acai). Dari tangan keduanya, petugas menyita barang bukti berupa alat isap dan lima bungkus narkotika jenis sabu.

“M alias Koko diamankan di Youtefa dengan barang bukti berupa empat bungkus plastik bening Narkotika jenis sabu yang disimpan dalam tas pinggang warna hitam bersama alat hisap. Sementara A diamankan di rumahnya Kotaraja dengan satu bungkus narkotika jenis sabu,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. A M Kamal, Selasa (6/11/2018). 

Selain barang bukti tadi, Polda Papua juga mengamankan 3 buah korek api, 1 buah pirek/kaca, 1 buah HP samsung J2 warna silver dan 1 buah sendok dari pipet.

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap Mikael, barang haram itu didapat dari seorang narapidana di dalam Lapas Doyo, Sentani, dan lainnya didapat dari pelaku Acan. Sampai berita ini diturunkan, polisi masih menelusuri kebenaran keterangan Mikael tadi.

Menurut Kombes Kamal, penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi yang diterima anggota, sehingga kedua pengguna ditangkap Senin (5/11/2018) kemarin di dua lokasi berbeda.

Dia mengatakan, Maikel ditangkap sekitar pukul 09.30 WIT di sekitar kawasan Youtefa Kabupaten Jayapura, dan dari keterangan tersangka kemudian sekitar pukul 12.00 WIT, polisi menangkap Acan di kawasan Kotaraja beserta barang bukti berupa satu paket sabu-sabu ukuran kecil, satu pireks atau kaca dan sendok dari pipet.

“Kedua pengguna narkoba jenis sabu-sabu itu saat ini sudah ditahan di tahanan Dirnarkoba Polda Papua beserta barang bukti yang berhasil diamankan,” kata Kombes Kamal.

Kedua tersangka akan dikenakan pasal 112 (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun.

“Dan pidana denda paling besar mencapai Rp8 miliar,” kata Kombes Kamal. (Yandrilla)

Baca juga: http://radarpagi.com/selalu-unggul-dalam-survey-maruf-amin-nanti-lebih-unggul-lagi/

 

News Feed