oleh

Selalu Unggul dalam Survey, Ma’ruf Amin: Nanti Lebih Unggul Lagi!

 

Jakarta, Radar Pagi – Survei lembaga Y-Publica menempatkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul di banyak tempat seperti di Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Papua. Sedangkan Prabowo-Sandi hanya unggul di Pulau Sumatera.

“Di hampir semua pulau, Jokowi unggul kecuali di Sumatera. Prabowo-Sandi unggul 42,6 persen, Jokowi-Ma’ruf 40,8 persen,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono, saat menyampaikan hasil survei lembaganya, di Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018) kemarin.

Menurut hasil Survei Y-Publica itu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf terasa sangat kuat di Jawa dan Sulawesi. Di Pulau Jawa, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 54,4 persen, sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya 28,8 persen. Lalu di Sulawesi, Jokowi Ma’ruf mendapat 56,3 persen, Prabowo-Sandi cuma 25,5 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin bersyukur hasil survei pilpres dirinya dan capres Joko Widodo masih unggul di sejumlah wilayah.

“Ya Alhamdulillah memang itu yang kita harapkan,” kata Ma’ruf Amin usai menerima silaturahmi dari para kiai se-Jakarta Barat di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).

Dia pun berharap keunggulan tersebut dapat meningkat di sisa waktu jelang Pilpres 2019. “Mudah-mudahan ke depan unggulnya lebih banyak lagi. Amin ya rabbalalamin, itu harapan ya,” katanya.

Sebelumnya kepada para kiai se-Jakarta Barat, Ma’ruf mengingatkan untuk selalu menjaga sesama umat dan bangsa serta menjauhkan perasaan dari rasa permusuhan.

Menurut dia, Nadhatul Ulama (NU), telah mengeluarkan prinsip yakni prinsip Ukhuwah.

“NU mengeluarkan prinsip Ukhuwah. Ukhuwah itu saudara. Ukhuwah Nadhiyah, yaitu sesama NU, Ukhuwah Islamiah sesama Islam, Ukhuwah Watoniyah sesama bangsa, Ukhuwah Insaniah sesama manusia,” kata Ma’ruf.

Prinsip Ukhuwah Islamiah itu dikeluarkan sebagai upaya NU untuk tidak melahirkan gerakan-gerakan tidak merusak. Pasalnya, menurut Ma’ruf’, dewasa ini ada upaya-upaya untuk menggunakan cara kekerasan.

Tanggapan Prabowo?

Prabowo sendiri tampaknya tak akan terpengaruh dengan berbagai hasil lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf.  Prabowo tak mau ambil pusing atas elektabilitasnya yang menunjukkan tren negatif berdasarkan hasil survei.

Prabowo pernah menyatakan memiliki tim survei sendiri. Berdasarkan survei internal tersebut, elektabilitasnya bagus.

“Hasil survei itu tergantung siapa yang bayar. Kami punya survei sendiri dan bagus,” sindir Prabowo saat berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Jumat (4/5/2018) silam.

Sindiran serupa kembali dilontarkannya saat menanggapi hasil survei LSI Denny JA yang menyatakan elektabilitasnya bersama Sandiaga Uno stagnan setelah kasus hoaks Ratna Sarumpaet terkuak.

“Survei itu gimana siapa yang bayar,” kata Prabowo usai deklarasi GEMAS, di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018). 

“Denny JA itu apa? Tuhan? Bukan, kan? Di bidang polling, santai-santai saja. nanti saya juga bisa bikin survei,” 

Mantan Danjen Kopassus ini mengklaim dukungan ibu-ibu kepada programnya itu menunjukkan animo suaranya di Pilpres 2019 mendatang. “Jadi di situlah saya melihat ada dukungan yang luar biasa kepada kita,” katanya. (safrizal)

Baca juga: http://radarpagi.com/dugaan-napi-bisa-jual-narkoba-polda-papua-tangkap-pengguna-beli-narkoba-di-lapas/

 

News Feed