oleh

Dicari Aktor Inteklektual Pemasangan Bendera Tauhid di Kediaman Habib Rizieq

-Nasional-138 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Pemerintah Indonesia harus mengungkap aktor di balik penangkapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (6/11/2018) silam karena kasus pemasangan bendera Tauhid mirip bendera ISIS di dinding belakang rumah sewaannya.

“Pemerintah harus ungkap siapa aktor intelektual di balik penangkapan Habib Rizieq di Mekkah,” kata Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/11/2018).

Ferry menduga penempelan bendera tersebut sengaja dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan nama baik Rizieq Shihab.

“Jelas ini dilakukan oleh aktor intelek dengan sengaja, tapi tidak bias (merusak nama baik Habib Rizieq),” ujarnya.

Dia mengimbai semua pihak untuk tidak menebar fitnah kepada Rizieq Shihab karena akan membuat kegaduhan-kegaduhan baru di negeri ini.

“Tidak usah memakai cara-cara seperti itu dan membuat kegaduhan-kegaduhan baru di tahun politik ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dalam akun twitternya, khawatir cara pemerintah menangani kasus Rizieq akan merusak hubungan diplomatik dengan Arab Saudi.

Kepada otoritas keamanan Arab Saudi, Rizieq mengungkapkan kecurigaannya bahwa intelijen Indonesia sebagai kelompok yang sengaja menempel bendera tersebut. Menurut Fahri, informasi Rizieq itu akan direspons secara serius oleh pihak keamanan Saudi. 

“Soal ini gampang dan hanya mensyaratkan 2 hal saja: jujur dan jangan rekayasa. HRS bukan orang sulit diajak ngomong,” kata Fahri.

Menanggapi dugaan tersebut, Badan Intelijen Negara (BIN) sudah membantah terlibat dalam penangkapan Rizieq Shihab oleh kepolisian Arab Saudi beberapa hari lalu. Bantahan itu disampaikan oleh Juru Bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto. 

“BIN tidak terlibat penangkapan Habib Rizieq Shihab di Saudi sebagaimana dilansir oleh twitter HRS,” kata Wawan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/11/2018). 

Wawan menegaskan, tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan Rizieq oleh kepolisian Saudi adalah kabar hoaks. Dia juga menyatakan anggota BIN tidak pernah mengontrak rumah di dekat kediaman Rizieq di Makkah seperti dituduhkan akun @IB_HRS.

Anggota BIN, kata Wawan, juga tidak memasang bendera maupun mengambil CCTV di kediaman Rizieq. “Apalagi memfoto (bendera) kemudian lapor ke polisi Saudi,” katanya.

Meski dituding sebagai pihak berada di balik penahanan Habib Rizieq di Arab Saudi, namun BIN mengaku tak menaruh dendam. Bahkan BIN siap membantu Rizieq menghadapi masalah di Saudi, termasuk dalam kasus bendera tauhid yang mengakibatkan Rizieq ditahan 28 jam, sebelum akhirnya  dibebaskan pada Selasa (6/11/2018) pukul 20.00 WIB kemarin dengan jaminan.

“BIN selalu siap membantu HRS, sebagaimana Kedubes RI juga siap membantu jika HRS dalam kesulitan, termasuk memberikan jaminan atas pelepasan HRS,” kata Wawan. (zal)

Baca juga: http://radarpagi.com/bin-bantah-dalangi-pemasangan-bendera-tauhid-di-kediaman-rizieq/

News Feed