oleh

Nonton Drama Dekat Rel Kereta, Tiga Warga Surabaya Tewas

-Jawa-566 views

 

Surabaya, Radar Pagi – Peringatan Hari Pahlawan di sekitar kawasan Tugu Pahlawan Surabaya yang dipenuhi keceriaan dalam sekejap berubah jadi tragedi. Sejumlah warga yang sedang menonton drama kolosal dari atas jembatan kereta api (viaduk) tertabrak kereta api yang lewat. Sebagian jatuh dari atas jembatan hingga tewas.

Saat berita ini diturunkan, Jumat (9/11/2018) sekitar pukul 23.30 WIB, tiga orang penonton dipastikan tewas di tempat. Tiga orang itu terdiri dari satu wanita dan dua lelaki. Sedangkan delapan lainnya mengalami luka-luka dan patah tulang.

Satu korban tewas di atas viaduk akibat tertabrak kereta, yakni laki-laki, saat ini jenazahnya berada di RSUD dr Soewandhi. Sedangkan dua korban tewas akibat terjatuh dari atas viaduk,  masing-masing seorang perempuan dan laki-laki, saat ini berada di RSU dr Soetomo.

Insiden  terjadi sesaat sebelum drama dimulai. Warga Surabaya ternyata sangat antusias hendak menyaksikan pertunjukkan gratis ini. Jumlah penonton yang meluber membuat sebagian warga menaiki tembok-tembok pembatas Tugu Pahlawan, bahkan ada yang naik sampai ke viaduk atau jembatan kereta agar memperoleh pandangan yang jelas ke arah pemain.

Namun naas, baru 5 menit drama dimulai, tiba-tiba melintas kereta api dari arah timur menuju barat. Warga yang menonton di atas viaduk pun kocar-kacir menyelamatkan diri. Mereka saling dorong hingga beberapa di antaranya jatuh dari ketinggian 5 meter.

“Kami baru selesai melakukan olah TKP, di rel atas ini, dimana telah terjadi laka kereta api yang diperkirakan tiga orang meninggalkan dan enam orang luka-luka,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Jumat (9/11/2018).

Dia menegaskan masyarakat seharusnya tak mengambil tempat di atas viaduk karena berada di perlintasan kereta api.

“Masyarakat yang mengambil tempat yang salah, ada perlintasan kereta api tapi mereka berdiri di sana ini yang semestinya tidak dilakukan,” kata dia. 

Humas PT KAI Daops 8 Gatut Sutiyatmoko mengatakan kereta api tersebut sudah menjalani prosedur yang ditetapkan. Misalnya saja membunyikan bel atau seruling lokomotif.

Tak hanya itu, kecepatan kereta saat itu hanya 15 kilometer per jam, padahal kecepatan normalnya jika melintasi viaduk mencapai 30 kilometer/jam. 

“Kereta api sudah membunyikan semboyan 35 atau seruling lokomotif, dan sudah berupaya mengurangi kecepatan sampai lebih-kurang 15 km per jam, padahal kecepatan normal di jalur itu 30 km per jam,” ujar Gatut saat dimintai konfirmasi di Surabaya, Jumat (9/11/2018).

Gatut juga mengakui jalur tersebut hingga kini masih aktif karena setiap hari masih dilewati kereta penumpang ataupun barang. (gun)

News Feed