oleh

IKM Tanggulangin Diproyeksikan Jadi Kawasan Wisata Terpadu Berkonsep 3 in 1

-Ekonomi-81 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan revitalisasi sentra IKM Tanggulangin di Sidoarjo, Jawa Timur guna mendorong pertumbuhan industri kulit, alas kaki dan barang jadi kulit. Program strategis ini telah dijalankan sejak tahun 2017. 

“Upaya ini dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi dengan stakeholders terkait,” jelas kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, beberapa saat lalu.

Tujuan dari kegiatan revitalisasi tersebut adalah untuk meningkatkan kinerja ekosistem bisnis di sentra IKM tas dan koper Tanggulangin yang sempat mengalami penurunan sejak terjadinya bencana lumpur beberapa waktu lalu.

Program revitalisasi ini diyakini dapat memberikan daya tarik bagi para wisatawan yang mengunjungi sentra IKM Tanggulangin, sehingga mereka merasa nyaman untuk berbelanja dan berekreasi.

Gati menjelaskan, revitalisasi sentra IKM Tanggulangin meliputi sektor industri tas, koper dan keunggulan produk lokal lainnya melalui strategi transformasi fisik, ekonomi, dan kultural.

 

“Upaya itu dalam jangka panjang untuk menjadikan sentra IKM Tanggulangin sebagai Kawasan Wisata Terpadu berkonsep 3 in 1, yaitu wisata belanja, budaya dan kuliner, serta edukasi industry,” katanya.

Revitalisasi fisik yang dilakukan berupa pengembangan sembilan identitas lokal di kawasan tersebut, di antaranya pintu gerbang utama, area pejalan kaki, desain kursi taman, tugu tas, storyboard, dan mural wisata edukasi. Selain itu, taman budaya dan kuliner, workshop wisata edukasi industri, serta moda transportasi kawasan wisata.

Selanjutnya, dilaksanakan pula program peningkatan kemampuan bisnis dan manajerial para IKM di Tanggulangin dengan menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi 60 orang pelaku usaha tas dan sepatu yang dilaksanakan pada 6-10 November 2018 di Balai Pengembangan Industri persepatuan Indonesia (BPIPI), Sidoarjo.

“Para instruktur dalam pelatihan itu merupakan pakar marketing dan branding dari universitas ternama dan praktisi bisnis muda di bidang sepatu dan tas yang telah berhasil mengembangkan usahanya,” lanjut Gati. Kemudian dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Kemenperin juga menjalankan program rebranding.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah optimistis, program revitalisasi dapat meningkatkan kinerja bisnis IKM Tanggulangin serta jumlah kunjungan wisatawannya. Pihaknya mencatat, kunjungan wisatawan dalam negeri pada 2014 sebanyak 104.053 orang, meningkat sampai 135 persen menjadi 244.974 orang pada 2016.

“Saat ini, kunjungan wisatawan ke sentra IKM Tanggulangin sudah mulai mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan membantu merevitalisasi sentra IKM Tanggulangin agar bisa memperluas pasar ekspor.

Rektor ITS Joni Hermana mengatakan, saat ini yang perlu didorong bagi industri kreatif di wilayah Tanggulangin adalah penggunaan teknologi digital.

“Selama ini perdagangan produk kreatif Tanggulangin masih dilakukan secara konvensional. Namun, sekarang pasar sudah berubah menjadi digitalisasi yakni transaksi penjualan secara online,” tuturnya

 

Joni menyampaikan, produk-produk unggulan IKM Tanggulangin seperti tas kulit sudah merambah pasar ekspor sampai ke Amerika Serikat, tetapi barang yang dikirim belum memiliki merek sendiri.

“Untuk itu, ITS juga akan membantu pemilihan merek dalam hal industri-industri kreatif agar karya warga Tanggulangin bisa semakin dikenal,” imbuhnya. (ria)

 

 

 

News Feed