oleh

Puisi-puisi I Wayan Budiartawan

-Puisi-379 views

 

Gunung Meletus Sasmita Alam

Lahar muntah dari kepundan
Membanjiri sungai dan dataran
Manusia panik bahaya datang
Alam murka tak ada yang tahu
Ke mana mencari jawaban?
Ke tempat-tempat suci
Pemuka agama memimpin doa
Pemuka adat mencari tempat mengungsi
Tanaman rusak dan ternak cedera
Bencana gunung meletus tidak bersahabat
Orang-orang berharap tidak celaka
Bukankah Tuhan  Maha Bijaksana?
Cemas menunggu berakhirnya kapan
Sasmita alam tentang kiamat
Hancur semua  milik manusia
Manusia punah di ujung peradaban
Bali, 20 Oktober 2018
Kisah Pengungsi Gunung Berapi
Di tenda berjejal-jejal
Pengungsi gunung berapi berebut jatah
Sekedar makan setiap hari
Tapi politisi parpol cari muka
Departemen sosial mengeluh
Dana sedikit tidak cukup
Relawan mahasiswa mau jadi caleg
Manusia malang jadi sapi perahan ?
Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945
Rakyat tidak tahu siapa wakil rakyat di DPR itu
Juga pengungsi-pengungsi memelas
Tiada punya harta benda lagi
Kehilangan martabat sebagai manusia
Pengungsi seperti pengemis
Pudar semua harapan di dada
Pemerintah sebetulnya tidak penuli
Bali, 20 Oktober 2018
Misteri Di Balik Gunung Meletus
Pemimpin berganti pemilu telah lewat
Semua orang terpana bertanya-tanya
Mengapa ada bencana gunung berapi ?
Pemimpin baru di luar kehendak Semesta ?
Bencana alam hanya angka-angka korban
Pemimpin menyebut pengeluaran dana
Bukan dari hati yang tulus
Tidakkah lahar muntah karena pemimpin bakhil ?
Pemimpin adalah tokoh partai
Semesta bersabda pemimpin dilahirkan
Di luar kekuasaan semu
Lihat  ke dalam dari rasa welas asih !
Rakyat bayar cukai dan pajak pendapatan
Ke mana larinya semua itu ?
Utang membengkak  setiap tahun
Tambang-tambang terkuras habis
Bali, 20 Oktober 2018
I Wayan Budiartawan menulis 23 buku antologi puisi,
1 buku otobiografi dan 1 film dokumenter.

News Feed