oleh

Puisi-puisi Asmaul Husna

-Puisi-942 views

 

Menyulam Doa

Apa yang kau ragu dengan takdir-Nya?

bahkan embun pun jatuh atas persetujuan Tuhan

 

Apa yang kau ragu dengan kasih-Nya?

hingga dalam sungkur memenggal doa dan harap

 

Mungkin hati terlampau keras

hingga sayang lupa kausulam

padahal memintal dengan benang-Nya

 

Jika demikian, ke mana akan bermuara doa

ketika penggalan napas mulai tersengal

dan harap pada-Nya pun dikhatamkan

 

Duhai, ada banyak rahasia di muka bumi yang belum dipahami

lalu kenapa tak memilih sujud pada malam menghamba

bertanya langsung pada-Nya dengan kalam rahasia

antara kau dan Tuhanmu, hingga malaikat cemburu

pada mesranya zikirmu, pada singgasana doamu

hingga waktu memburu rindu?

 

Lhokseumawe, 28 Agustus 2015

 

Aku Ingin Meminangmu

Aku ingin meminangmu

dengan sujud sembah yang merindu

bukan dengan janji palsu yang membuatmu ragu

 

Aku ingin meminangmu

wahai jelita menanda jiwa

tapi semangatku masih banci

masih suka memanjakan diri

lalu rebah meratapi mimpi

padahal aku begitu bernafsu meminangmu

tapi hanya mampu menyebut namamu dengan lidah kelu.

 

Duhai, Adinda penanda mata

aku tak mampu meramumu dengan kata

bahkan hingga dunia merangkak senja

karena kau terlalu indah untuk kulisankan dalam pucatnya bahasa

atau oleh rangka tanpa nyawa

 

Tapi aku malu, sebab rindu

malah masih berhutang mahar padamu

padahal kau tak banyak meminta

hanya selarat lelap sebagai tanda

dengan bibir basah memuja mesra

 

Duhai, bidadari bermata jelita

pada sepertiga malam ini, izinkan aku meminangmu

dengan qiyamullail sebagai mahar penanda

dengan harapan, kau juga merinduku dengan rasa yang sama

 

Kepadamu Ainul Mardhiah, penghuni surga

kukirimkan salam cinta untukmu

sebab engkau telah merajam jiwaku, utuh tanpa bisu

 

Lhokseumawe, 28 Agustus 2015

 

Negeri Sakit Jiwa

Di negeri ini, politik harus dipisahkan dengan agama

di negeri ini, ada yang berjanji lalu pura-pura lupa

di negeri ini, rumah rakyat jelata beratap langit, berlantai tanah

tapi kandidat yang kalah, sibuk dengan sengketa pilkada.

 

Di negeri ini, orang sakit jiwa ditangkap karena curiga

di negeri  ini, iklan rokok berkedok beasiswa

di negeri ini, tanaman sawit dianggap bisa membuat rakyat sejahtera

di negeri ini, kapitalisme merajalela

 

Di negeri ini, koruptor tebar pesona

namun apa hendak dikata, sudahlah!

mungkin kita memang harus pura-pura bahagia

atau pura-pura melawan lupa

bahwa negeri ini sedang sakit jiwa

Lhokseumawe, 11 Januari 2018

 

Sudahkah Kita Damai?

Damai itu, kita sudah lama bicara itu

tentang napas yang disatukan dan ketakutan yang menyandera

pelatuk itu diletakkan dan kertas putih itu dihitamkan

segaris coretan tangan.

 

“Perang telah usai” begitu bunyi berita yang diantar oleh koran di warung kopi

Ah, betulkah? aku masih meraba, sedangkan di sudut lain

masih banyak yang meneriakkan tentang pelanggaran HAM masa lalu

yang terkubur dalam pusaran otak-otak amnesia.

 

Qanun untuk memanusiakan manusia itu,

masih diteriakkan berbusa-busa

tapi mereka diabaikan dalam kelupaan

“itu hanya akan mengungkit luka lama,”begitu katanya.

 

Ahh, inikah damai itu, tuan?

kerap berkhutbah menyelamatkan dunia

tapi gagal  menyembuhkan jiwa

luka itu masih merajam dan ratap itu masih panjang

sebab, jiwa yang sakit tidak mungkin disembuhkan oleh yang sakit jiwa,

ah, damai ini sungguh membingungkan!

Lhokseumawe, 3 September 2014

 

Riwayat Tanah Basah

Kali ini aku akan menceritakan tentang sebuah negeri
negeri yang selalu merayuku agar jangan pergi
sebab di sini banyak cerita ditorehkan dalam lembaran basah

yang  tidak akan mengering, dalam cinta yang telah tertambat
erat merekat.

Mungkin kau pun akan terpikat
akan rayuan Sabang yang masih perawan
dengan biru laut dan nyiur yang melambai
dan tanah tempat tugu kilometer nol dipancangkan
yang sering kaudengar nyanyian dari Sabang-Merauke
mungkin akan membuaimu dalam dekap kerinduan,

apakah kau mengenal Cut Nyak Dhien?

Inilah tanah pejuang yang sering kaudengar namanya
dalam buku sejarah yang mulai usang
namun semangat perjuangan masih ia wariskan
walau sejarah telah membuangnya ke Sumedang
tapi cintanya masih meradang
di tanah basah ini ia kisahkan
di sebuah rumoh manyang di Lam Pisang
cerita perempuan bersanggul tinggi itu diawetkan.

Kau masih ingat tsunami? bencana yang menerjang tanpa aba-aba
kemudian pulang dengan membawa pergi ribuan nyawa
lalu tanah ini sekarat, namun kini
kau akan melihat wajah yang berbeda
dan di sebuah museum bernama “Tsunami”
Cerita kenangan bencana itu diabadikan.

Kisah raja Malikussaleh pun tidak tinggal diam
pembawa Islam pertama di Asia Tenggara
juga menjadi sejarah keislaman pertama di nusantara
Geudong, sebuah wilayah di tanah Pase
di sinilah tempat ia mendamaikan diri
Beristirahat tenang dalam pusara berlatar cinta.

Ulee Kareng dan kupi Gayo
si hitam pekat itu bernama
di tanah subur ini
biji hitam itu tumbuh dengan kepekatan
serta aroma yang menggoda rasa pada siapa
tanpa batas usia.

Di sudut lain, gerak menghentak serentak
dalam tari seribu tangan
dalam rentak Saman yang membayang
seirama dengan alunan rapai dan seurune kalee
yang memukau jiwa, lalu dibawa pergi bersama Seudati
tanpa henti, kau curi hatiku untuk selalu menanti
atraksi-atraksi yang menghanyutkan diri.

Tanah ini memang pernah tumpah darah
tapi kau tak perlu takut, kini tinggal sejarah
yang pernah tertulis dalam buku sejarah

ia hanya dibingkai dalam palung waktu.

Tanah ini tetap basah yang dirindukan resah
menjemput sejumput cinta yang memaksaku kembali

Aceh, kau memang begitu memesona

Dewantara, 10 Agustus 2014

 

Asmaul Husna, dara kelahiran Aceh Utara, 5 Juni 1991 adalah seorang penulis muda dari Aceh. Puluhan artikelnya sudah diterbitkan di media cetak lokal, Serambi Indonesia. Ia kerap menulis isu politik, pendidikan, lingkungan, dan juga isu perempuan. Dalam genre sastra, beberapa kali puisinya juga sudah dimuat di media cetak yang sama. Beberapa puisinya yang lain juga sudah pernah diterbitkan dalam buku antologi puisi bersama pensyair Aceh lainnya. Saat ini aktivitas sehari-hari Asma (sapaan akrab) mengajar di salah satu kampus di Aceh Utara dan mengisi berbagai training menulis artikel bagi mahasiswa dan umum.

 

 

News Feed