oleh

Ratu Jogja dan Wali Kota Geram Dengar Ada Turis Bule Jadi Korban Begal Payudara

-Jawa-109 views

 

Yogyakarta, Radar Pagi – Seorang turis bule menjadi korban begal payudara di Jalan Prawirotaman 1, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta. Peristiwa itu terekam kamera CCTV sebuah hostel (penginapan kecil) di sekitar lokasi kejadian dan menjadi viral sehingga mengundang reaksi keras banyak pihak.

Ratu Keraton Yogyakarta, GKR Hemas, merasa geram terhadap aksi tersebut. Dia mendesak aparat kepolisian setempat segera menangkap pelakunya.

“Tidak perlu menunggu laporan dari korban karena turis asing itu mungkin hanya tinggal dua hari di Yogya sehingga polisi harus gerak cepat tangkap pelaku karena ada rekaman CCTV-nya,” kata GKR Hemas di sela-sela acara membuka lomba pacuan kuda Piala Raja di Lapangan Pacuan Kuda, SSA, Kabupaten Bantul, DIY, beberapa saat lalu.

Istri Sri Sultan Hamengkubuwono X yang punya nama asli Tatiek Dradjad ini merasa prihatin karena aksi begal payudara itu tidak hanya bisa menimpa turis asing namun juga menimpa wisatawan atau warga Yogya sendiri sehingga sangat merugikan bagi citra pariwisata di Yogyakarta.

Dia pun meminta masyarakat Yogyakarta untuk turut menciptakan rasa aman bagi wisatawan dengan membantu menangkap pelakunya.

Kejadian begal payudara terhadap turis bule terjadi Minggu (4/11/2018) pukul 20.56 WIB malam silam.  Korban yang sedang berjalan bersama temannya di depan hostel di sebuah gang di Jalan  Prawirotaman 1, tiba-tiba berteriak keras lantaran terkejut payudaranya diremas oleh pelaku yang menaiki sepeda motor.

Meski perempuan bule itu bukan tamu hostel, namun pemilik hostel, Yudhistira (26), tetap melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada keesokan harinya.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti juga angkat suara terkait insiden turis asing menjadi korban begal payudara. menegaskan, tindakan pelecehan seksual apapun bentuknya termasuk begal payudara tidak semestinya terjadi. Oleh karenanya, Haryadi berharap masyarakat berpartisipasi agar kasus serupa tak terulang.

“Bukan hanya turis, (begal payudara) terhadap warga masyarakat (lokal) juga enggak boleh. Masyarakat mendapatkan perlakuan seperti itu (begal payudara) enggak boleh,” tegasnya.

“Inilah yang harus dijaga, makanya ada RT, ada RW, kelompok pemuda. Marilah hal semacam ini kita jaga untuk dihindarkan, jangan sampai terjadi,” lanjut Politikus Partai Golkar tersebut.

Hingga kini polisi belum mengetahui siapa pelaku begal tersebut. 

“Yang jelas anggota sudah melakukan pengecekan dan pengembangan di lokasi. Namun demikian, kita belum mengetahui siapa pelakunya,” ujar Kapolsek Mergangsan, Kompol Anang Sutanta.

Anang menjelaskan hingga kini pihaknya belum mendapat laporan atas kejadian ini. Meskinpun nantinya jika ada laporan, maka kasus ini akan ditangani oleh Polresta Yogyakarta. 

“Karena kaitannya dengan masalah orang asing itu Polresta (Yogyakarta) yang menangani ataupun dari Polda (DIY),” jelasnya. 

Menurut Anang, pihak berwajib baru bisa melakukan penyelidikan secara maksimal apabila korban membuat laporan resmi. Karena itu, dia mengharap korban membuat laporan kepada polisi. (gun/dtc) 

News Feed