oleh

Myanmar Siap Terima Kepulangan 5.000 Pengungsi Rohingya

-Nasional-68 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Pemerintah Myanmar menyatakan siap menerima kepulangan sekitar 2.000 dari 5.000 muslim Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh. Pemulangan kloter pertama akan direncanakan pada Kamis, 15 November mendatang.

Pemulangan 2.000 pengungsi ini merupakan kelompok pertama dari 5.000 orang yang akan dipulangkan berdasarkan kesepakatan bulan lalu antara Myanmar dan Bangladesh.  

Tetapi setidaknya 20 pengusingi Rohingya di Bangladesh sudah menyatakan  menolak kembali ke kampong halaman mereka di Rakhine, utara Myanmar. Beruntung, Bangladesh mengaku tidak akan memaksa siapapun untuk kembali ke Myanmar.

PBB juga mengatakan, kondisi belum aman bagi pengungsi untuk kembali karena sebagian sebagian umat Buddha Myanmar telah memprotes pemulangan tersebut.

“Itu tergantung pada negara lain, apakah ini benar-benar akan terjadi atau tidak. Tapi kita harus siap dari pihak kita. Kita telah melakukan itu,” Menteri Kesejahteraan Sosial dan Pemukiman Sosial Myanmar Win Myat Aye, dalam konferensi pers di ibu kota Yangon.

Kedua negara sepakat pada pertengahan November untuk mulai memulangkan sebagian pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan tentara di Myanmar tahun lalu. Jumlah  Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar sebanyak 700 ribu orang. 

Menurut Rohingya, tentara dan umat Buddha setempat membantai keluarga, membakar ratusan desa, dan melakukan pemerkosaan kepada komunitas mereka. Penyelidik PBB menuduh tentara  berniat melakukan genosida dan pembersihan etnis.

Myanmar menyangkal hampir semua tuduhan. Myanmar hanya mengakui pembunuhan 10 orang Rohingya oleh pasukan keamanan di desa Inn Dinn. 

Menurut pemerintah Myanmar  pasukan keamanan memerangi teroris Arakan Rohingya Salvation Army yang ingin memerdekaan diri dari Myanmar. 

Konflik Rohingya memang pelik. Etnis Rohingya bukan penduduk pribumi Myanmar, melainkan pendatang dari Bangladesh. Selama ratusan tahun bermukim di Myanmar, banyak oknum dari etnis ini yang melakukan tindak kriminalitas sehingga lambat laun menimbulkan kebencian di hati warga pribumi Myanmar.

Terakhir sebelum kerusuhan dan pembantaian meletus, sekelompok orang Rohingya memperkosa dan membunuh secara sadis seorang gadis Myanmar. Sebelumnya di tempat lain, sekelompok biksu juga dirampok dan dibunuh oleh anggota etnis ini. (gun)

 

 

 

News Feed