oleh

Penyandang Tuna Netra Tuntut Ma’ruf Amin Minta Maaf

-Nasional-578 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Perumpamaan yang dilontarkan cawapres KH Ma’ruf Amin soal orang ‘buta’ dan ‘budek’ yang tidak bisa melihat prestasi pemerintahan Jokowi berbuntut panjang. Para penyandang tunanetra di Jawa Barat tersinggung dan menuntut Ma’ruf meminta maaf.

Namun para penyandang tunanetra yang tergabung dalam Forum Tuna Netra Menggugat, ucapan Ma’ruf tersebut telah mencederai perjuangan kaum disabilitas di tengah masyarakat, juga mendiskreditkan kaum difabel.

“Kami menyesalkan dan prihatin atas pernyataan KH Ma’ruf Amin. Ketika kita berjuang melawan stigma di tengah-tengah masyarakat, pernyataan ini mencederai dan menenggelamkan perjuangan kami,” ujar penggerak Forum Tunanetra Menggugat, Suhendar, di Kota Bandung, Senin (12/11/2018).

Dia menegaskan tidak ada unsur politis di balik tuntutan pihaknya agar Ma’ruf meminta maaf. Pihaknya hanya ingin menyuarakan aspirasi para penyandang disabilitas.

“Sikap kita bukan karena berafiliasi dengan salah seorang capres. Perjuangan kita melawan stigma, tapi malah didiskreditkan salah satu cawapres,” kata Suhendar.

Menanggapi tuntutan itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengatakan pihaknya justru memuliakan kaum difabel.

“Justru kami sangat memuliakan dan sangat menghargai para kaum difabel, termasuk kelompok Forum Tunanetra. Pemerintahan Jokowi terbukti telah mampu menyelenggarakan Asian Paragames 2018 yang membanggakan itu,” kata jubir TKN Jokowi-Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily, saat dimintai konfirmasi, Senin (12/11/2018).

Kata Ace, Jokowi-Ma’ruf punya program yang sangat baik bagi kaum difabel sehingga tidak mungkin pihaknya mengecilkan kelompok difabel.

“Dalam program kami, disebutkan bahwa kami akan memberikan perlindungan bagi kaum difabel, termasuk memperluas akses lingkungan sosial dan pendidikan yang inklusif serta penyertaan fasilitas yang ramah bagi difabel,” kata Ace. (heri/gun)

 

News Feed