oleh

Kubu Jokowi-Ma’ruf Mulai Merapat ke Buruh

-Nasional-114 views

 

Surabaya, Radar Pagi – Tim Kampanye Daerah ( TKD) Jawa Timur untuk Jokowi-KH Maruf Amin, mulai merapat ke kaum pekerja di pabrik-pabrik.

“Alhamdulillah, tadi pagi kami sudah bertemu beberapa perwakilan pabrik besar. Ada Maspion, Kapal Api, industri mebel, dan sebagainya, karena pabrik-pabrik inikan berjejaring, ada asosiasi-asosiasinya,” ujar Ketua TKD Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, Selasa (13/11/2018).

Menurut Machfud, timnya sengaja berkunjung ke pabrik untuk mengenalkan kepada para pekerja di sana bagaimana visi-misi Jokowi selama lima tahun ke depan.

“Kami ketuk pintu untuk mengenalkan bagaimana visi-misi Pak Jokowi dalam membawa Indonesia makin maju lima tahun ke depan,” katanya.

Beberapa perwakilan pabrik yang telah dikunjungi oleh TKD Jatim pada Selasa kemarin antara lain Maspion, Kapal Api, Industri Mebel. TKD Jawa Timur berencana akan memasifkan kunjungan ke pabrik-pabrik lainnya.

“Kami target bisa memastikan program Pak Jokowi dipahami 500.000 pekerja pabrik, nanti disisipi alat peraga kampanye berupa brosur, leaflet dan sebagainya,” ujar Machfud.

Selain untuk mengonsolidasikan suara pekerja, upaya menyasar para pekerja pabrik juga untuk mengirimkan pesan kampanye tentang kondisi ekonomi bangsa yang stabil.

“Sekarang ini ada yang menakut-nakuti seolah Indonesia suram, bakal bubar, padahal ekonomi bergerak. Nah dengan ke sentra-sentra ekonomi kita tunjukkan, ini lho ekonomi oke-oke saja, produksi jalan, ekspor jalan,” imbuh Machfud.

Ada upaya mendistorsi kondisi ekonomi dengan membangun narasi pesimistis tentang masa depan negara. Padahal, ekonomi Indonesia salah satu yang terbaik di dunia. Bahkan, kemarin lembaga internasional Pricewaterhouse Coopers (PwC) memprediksi Indonesia masuk dalam 5 besar negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada 2030.

“Ada hoax pekerja China 10 juta orang, padahal jumlahnya sekitar 23.000, itu pun temporer. Sekarang kita bandingkan warga Indonesia yang bekerja di China ada 80.000 orang. Di Indonesia ini jumlah pekerja asingnya tak sampai 1 persen dari jumlah penduduk. Kalau di Arab Saudi ada 33 persen pekerja asing,” katanya. (gun)

 

News Feed