oleh

Peneliti Pastikan Ikan Purba yang Ditemukan di Raja Ampat Adalah Coelacanth

 

Sorong, Radar Pagi – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia sedang meneliti  jenis ikan purba yang ditemukan oleh pemancing di perairan Kampung Sopen, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Menurut Sekretaris Dirjen Tata Ruang Laut KKP, Agus Darmawan, para pemancing di Raja Ampat menemukan ikan langka Coelacanth.

“Coelacanth merupakan urutan ikan langka yang sekarang termasuk dua spesies yang masih ada di genus Latimeria, yaitu Coelacanth Samudra Hindia Barat terutama ditemukan di dekat Kepulauan Comoro di lepas pantai timur Afrika dan coelacanth Indonesia,” kata Agus di Sorong, Kamis (15/11/2018).

Agus menjelaskan, ikan coelacanth itu ditemukan secara tidak sengaja pada 1 Juli 2018 oleh Kopda Marinir Santoso, anggota Klub Mancing Mania Kota Sorong dan anggota Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XIV Sorong.  

Pada 2 Juli 2018, Santoso memposting foto ikan tersebut di laman Facebook-nya untuk menanyakan jenis dari ikan tersebut sekaligus menanyakan instansi terkait yang dapat dihubungi untuk melaporkan penemuan tersebut.

“Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (PSPL) Sorong yang mengetahui informasi itu menduga ikan tersebut sebagai ikan coelacanth, didasarkan pada bentuk morfologinya. Selanjutnya pihak Loka PSPL Sorong menugaskan tim untuk bertemu dengan Santoso,” paparnya.

Namun sayang ternyata ikan purba tersebuti telah dimakan sebagian sehingga tidak menyisakan spesimen morfologi utuh untuk pengkajian morfologi dan meristik. Namun demikian, jaringan tissue genetiknya berhasil didapatkan dan dianalisis dengan pendekatan molekuler.  

“Berdasarkan analisis kekerabatan menunjukkan bahwa spesimen Raja Ampat adalah benar-benar ikan purba coelacanth dengan Genus Latimeria, Famili Latimeriidae, Ordo Coelacanthiformes, Kelas Sarcopterygii, Phylum Chordata,” kata Agus Darmawan.

Sebelumnya, ikan ini hanya dikenal lewat rupa fosil yang dianggap telah punah menjelang akhir periode Cretaceous atau 66 juta tahun yang lampau. Akhirnya ditemukan spesimen hidup, spesies pertama pada Desember 1938 di Afrika Selatan.

Beberapa tahun kemudian, spesimen lainnya di West Indian Ocean ditemukan di Comoros, Kenya, Tanzania, Mozambique, Madagascar, Simangaliso Wetland Park dan Kwazulu-Natal di Afrika Selatan.

Ikan coelacanth dapat hidup pada rentang umur antara 80-100 tahun, dapat tumbuh hingga 2 meter dan berat 90 kg. Ikan purba ini menempati ruang laut agak dalam hingga 700 meter, namum umumnya ditemukan pada kedalaman antara 90-200 meter. (jar)

News Feed