oleh

Di Yogyakarta, Sandiaga Bertemu Pengurus Muhammadiyah dan Belanja Cabai di Pasar

-Jawa-503 views

 

Bantul, Radar Pagi – Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, Jumat (16/11/2018), berkunjung ke Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Di sini dia mengunjungi Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Sandiaga membahas masalah kesehatan dan pemberdayaan perempuan.

“Dari pertemuan tadi berharap ada perbaikan di beberapa sektor, seperti bidang kesehatan, khususnya pengelolaan BPJS agar lebih baik lagi. Sehingga tidak memberatkan penyedia pelayanan kesehatan milik Muhammadiyah dan rumah sakit lainnya,” kata Sandiaga usai bertemu PWM DIY di aula lantai 2 Kantor PWM DIY, Jumat (16/11/2018) sore.

Selain membahas sektor kesehatan, Sandiaga juga membahas soal pemberdayaan perempuan, khususnya pada pemberdayaan ekonomi.

Lanjut Sandiaga, dengan komitmen tersebut ia mengharapkan masa kampanye ini berlangsung dengan aman, nyaman dan tentram.

Sementara itu, Ketua PWM DIY, Gita Danupranata mengatakan, bahwa kedatangan Cawapres nomor urut 02 tersebut dalam rangka silaturahim. Ia juga mengungkapkan, apabila Sandiaga nantinya dipercaya untuk mengemban amanah, pihaknya mengharapkan adanya kemajuan yang lebih baik untuk Indonesia.

“Hari ini kita dapat bersilaturahim dengan Sandiaga, dan dengan silaturahim ini kita berharap banyak untuk kemajuan Negara dan ke depannya agar lebih baik,” ucapnya.   

Sebelumnya, Sandiaga Uno juga mengunjungi Pasar Stan, Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Di sana Sandiaga berbelanja cabai, tempe dan jengkol.

Sambil berbelaja, Sandiaga juga berdialog dengan pedagang. Dalam dialog, pedagang sempat mengeluhkan sepi daya beli masyarakat.

“Tadi pedagang mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat. Kata pedagang tadi omsetnya turun sampai 20 persen,” ujar Sandiaga.

Terkait pasar tradisional, Sandiaga menerangkan pihaknya berjanji akan melakukan penataan dan revitalisasi terhadap pasar tradisional. Nantinya penataan dan revitalisasi pasar tradisional ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pada pedagang.

“Ke depan dengan adanya penataan pasar tradisional, pengelolaannya akan lebih baik. Sehingga di tahun 2019, ekonomi bisa kembali membaik,” urai Sandiaga.

Sandiaga juga menyebut berdasarkan hasil dialog dengan pedagang, harga-harga saat ini cenderung normal. Meskipun demikian Sandiaga ada beberapa barang yang mengalami kenaikan seperti harga ikan.

“Harga tempe, harga cabai stabil. Harga jengkol justru turun. Tetapi harga-harga ikan seperti ikan nila mengalami kenaikan,” kata Sandiaga.

Sandiaga memanfaatkan secara maksimal kunjungannya ke Yogyakarta ini untuk menemui masyarakatdi berbagai wilayah. Di daerah Candi Sambisari, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman misalnya, dia sempat makan soto bathok Mbah Karto

“Enak (sotonya). Rasanya luar biasa,” ujar Sandiaga.

Sandiaga sempat pula mengomentari menu tempe goreng yang disuguhkan. Menurutnya, tempe goreng di soto bathok Mbah Karto bentuknya tak setipis kartu ATM.

“Tempenya tidak setipis ATM. Secara jujur disampaikan harga tempe Rp 500,” ungkap Sandiaga.

Sandiaga menerangkan jika pemilik warung sempat curhat kepadanya mengenai harga-harga. Salah satunya harga kedelai yang merupakan bahan utama membuat tempe.

“Secara jujur disampaikan penjualnya harga tempe Rp 500. Kalau harga (dolar) naik dia enggak tahu jualnya berapa. Masyarakat enggak punya daya beli nanti (kalau dolar terus naik). Ini harus diperbaiki,” urai Sandiaga.

Dia menambahkan jika pemilik soto sudah memulai bisnisnya sejak empat tahun yang lalu. Saat ini, lanjut Sandiaga, jumlah karyawannya sudah 38 orang.

“Kita doakan semoga selalu sukses. Punya cabang dan jumlah karyawannya terus bertambah,” tutup Sandiaga. (jar/dtc)

Baca Juga: http://radarpagi.com/kapitra-harusnya-pa-212-dukung-jokowi-maruf-bukan-prabowo-sandiaga/

News Feed