oleh

BIN: 41 Masjid Pemerintah Terpapar Radikalisme

-Nasional-532 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Badan Intelijen Negara (BIN) menemukan 41 dari 100 yang ada di lingkungan kementerian, lembaga, dan BUMN, terpapar radikalisme. BIN menjelaskan hal tersebut disimpulkan berdasarkan hasil survei terhadap kegiatan khotbah yang disampaikan beberapa penceramah.

“Survei dilakukan oleh P3M NU yang hasilnya disampaikan kepada BIN sebagai early warning dan ditindaklanjuti dengan pendalaman dan penelitian lanjutan oleh BIN,” kata Jubir Kepala BIN Wawan Hari Purwanto di Jakarta, beberapa saat lalu.

Wawan menyatakan, keberadaan masjid perlu dijaga dari segala upaya penyebaran kebencian.

“Keberadaan masjid di Kementerian/Lembaga dan BUMN perlu dijaga agar penyebaran ujaran kebencian terhadap kalangan tertentu melalui ceramah-ceramah agama tidak mempengaruhi masyarakat dan mendegradasi Islam sebagai agama yang menghormati setiap golongan,” tutur Wawan.

Dalam mencegah tersebarnya paham radikalisme, BIN merekomendasikan untuk dilakukan pemberdayaan da’i agar menyampaikan ceramah yang menyejukan.

Sementara untuk kalangan perguruan tinggi, ada 7 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terpapar radikalisme, dan 39 persen mahasiswa di 15 Provinsi tertarik dengan paham radikal.

“Namun data PTN dimaksud hanya disampaikan kepada Pimpinan Universitas tersebut untuk evaluasi, deteksi dini dan cegah dini, tidak untuk konsumsi publik, guna menghindari hal-hal yang merugikan universitas tersebut,” paparnya.      

Sebelumnya, Kasubdit di Direktorat 83 BIN Arief Tugiman, dalam diskusi Peran Ormas Islam dalam NKRI di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Jakarta, Sabtu (17/11/2018) kemarin, juga mengatakan hal serupa.

Menurut Arief, paparan radikalisme di masjid pemerintah itu dibagi dalam tiga klasifikasi level, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Pada kategori rendah ada tujuh masjid, 17 masjid masuk kategori sedang, dan 17 masjid masuk kategori tinggi.

Arief juga menjelaskan secara keseluruhan dari hasil pendataan BIN, ada sekitar 500 masjid di seluruh Indonesia yang terindikasi terpapar paham radikal.

Sementara Direktur Sosial Budaya Baintelkam Polri, Brigadir Jenderal Merdisyah mengatakan, masyarakat dan para kiai, serta ulama harus mewaspadai masjid-masjid yang didominasi kelompok yang terpapar radikalisme.

Dia mencontohkan sebuah masjid di kawasan Bintaro Sektor 9, pengurusnya merupakan pendatang yang bukan asli warga di sana. Pengurus tersebut terindikasi memiliki paham radikalisme.

“Begitu ada warga yang mau masuk (masjid) mau adakan maulid, kata pengurus masjid tidak boleh (menggelar maulid), karena dianggap bertentangan (dengan ajaran Islam),” katanya. (jar)

News Feed