oleh

Wartawan yang Tewas dalam Tong Plastik Dimakamkan di TPU Budi Dharma

 

Jakarta, Radar Pagi – Abdullah Fithri Setiawan (43) alias Dufi, korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan dalam sebuah tong plastik berwarna biru di Klapanunggal, Bogor, Minggu (18/11/2018)  malam, dibawa ke Tanjung Priok untuk dimakamkan di TPU Budi Dharma, Semper.

Sesuai rencana, Dufi dimakamkan setelah shalat Subuh, Senin (19/11/2018). Jenazah Dufi sempat disemayamkan di Yayasan Yatim Piatu Al Khairiah, Tanjung Priok, menunggu petugas pemakaman yang akan menggali lubang.

Saat berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab kematian Dufi. Hanya saja diketahui, korban menghilang sejak Kamis (15/11/2018) malam. Pada siang keesokan harinya telepon dan pesan Whatsapp ke nomor korban sudah tidak ada jawaban.

Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Dufi di Cluster Catalina Blok A3, Pagedangan, Tangerang, Banten.  Para kerabat dan tetangga sekitar terus mendatangi rumah korban untuk mengucapkan belasungkawa.

Menurut penjelasan pihak keluarga, ditemukan luka dalam di bagian leher almarhum. Keterangan keluarga senada dengan hasi identifikasi tim Inafis Polres Bogor dan RS Polri Kramat Jati yang menemukan luka berat di bagian leher korban. 

Dugaan sementara, alumni IISIP Jakarta Angkatan 1993 ini merupakan korban perampokan yang disertai pembunuhan. 

“Terkait penyebab korban tewas kita masih dalam dan harus menunggu hasil autopsi. Namun dugaan sementara diduga mayat tertentu adalah korban pembunuhan yang sengaja dibuang dan dimasukan ke dalam tong,” kata Kapolsek Klapanunggal, AKP Bimantoro Kurniawan, Minggu (19/11/2018).

Jenazah Dufi ditemukan pertama kali pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang pemulung berinisial SA (56). Ia mengira tong plastik berwarna biru tersebut berisikan sampah. Namun setelah dibuka ternyata di dalamnya ada sesosok jenazah.

“Saya kira tong plastik berwarna biru itu isinya sampah. Tapi setelah dibuka tutup dan lakbannya ternyata mayat,” kata SA kepada petugas di Mapolsek Klapanunggal.

Dufi diketahui pernah bekerja di beberapa media massa, antara lain Rakyat Merdeka, Indopos, Beritasatu TV, INews TV, dan TVRI. Terakhir, Dufi bekerja di TV Muhammadiyah. 

Dufi  meninggalkan satu orang istri dan enam orang anak.  Ihsan, Ketua RT mengatakan, almarhum dikenal sebagai  orang yang baik di lingkungan,  sering bergaul serta ramah. (gun/zal)

News Feed