oleh

Film Ahok Tembus 1 Juta Penonton, Sutradara Berharap Angka Itu Terus Bertambah

 

Jakarta, Radar Pagi – Film ‘A Man Called Ahok’ sudah ditonton lebih dari sejuta penonton, , atau tepatnya 1.009.303 dalam waktu 9 hari tayang. Putrama Tuta selaku sutradara film tersebut pun merasa sangat bersyukur.

“Saya sih alhamdulillah,” kata Putrama Tuta kepada wartawan di Senayan City, Jakarta Pusat, kemarin.

Dia mengaku bukan termasuk sutradara yang gemar memerhatikan jumlah penonton. Biasanya setelah film dirilis, dirinya tidak mau tahu lagi dengan perkembangan film tersebut.

“Saya tipikalnya begitu, udah premiere nggak mau tahu, eh dapat kabar alhamdulillah lah,” kata Putrama.

Sekarang Putrama malah berharap jumlah penonton film Ahok bisa bertambah lagi. “Mudah-mudahan terus nambah ya,” katanya.

Menurut Putrama, film ‘A Man Called Ahok’ awalnya dibuat sebagai perayaan untuk Ahok jika berhasil memenangkan Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua yang berlangsung April 2017. Namun jika kalah, film tidak jadi dibuat.

“Jadi kalau Pak Ahok naik lagi, its a cellebration buat orang-orang. Tapi kalau misal Pak Ahok nggak bisa periode ke dua, ya it’s a goodbye,” kata Putrama. 

Benar saja, Ahok kalah dalam Pilkada DKI Jakarta melawan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Sebagian pihak menilai kekalahan Ahok saat itu lantaran isu SARA yang diembuskan pihak tertentu. Pembuatan film pun nyaris tak jadi. Namun belakangan, proses pembuatan film kembali dilanjutkan.

Sementara itu, mantan wakil Ahok di pemerintahan DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, turut mengapresiasi film yang dibintangi oleh Daniel Mananta tersebut karena memiliki muatan yang bagus dalam membingkai pemahaman akan perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang harus tetap dihormati dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tentu kami mengapresiasi jika juga disambut positif oleh masyarakat. Karya dalam film itu, saya berharap dapat menginspirasi tentang pemahaman karakter bagaimana kita sebagai bangsa,” kata Djarot usai menghadiri peresmian kantor DPC PDI-P Lamongan, Minggu (18/11/2018).

“Jangan membeda-bedakan suku dan agama, tetapi peduli kepada sesama. Bagaimana nilai-nilai kepedulian itu ditanamkan oleh orangtua untuk peduli membantu sesama tanpa membedakan satu dengan yang lain. Jadi nilai-nilai kepedulian ini dan optimisme membangun indonesia mampu menginspirasi,” katanya.

Ahok sendiri selaku tokoh yang menginspirasidibuatnya film ini mengucapkan terima kasih. Ucapan tersebut ia sampaikan melalui sepucuk surat yang ditulisnya dari Mako Brimob, tempatnya menjalani masa tahanan.

“Kepada seluruh penonton film A Man Called Ahok, terima kasih atas dukungannya sehingga telah mencapai jumlah penonton sebanyak 1 (satu) juta. Majulah demi kebenaran, kejujuran, perikemanusiaan dan keadilan,” tulisnya. (jar)

News Feed