oleh

Resmikan Masjid Kampus STIKES Muhammadiyah, Jokowi Usulkan Buka Fakultas Kopi dan Sawit

-Ekonomi-389 views

 

Lamongan, Radar Pagi – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo mengawali kunjungan kerja ke Jawa Timur dengan menyambangi Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Lamongan, Kabupaten Lamongan, Senin (19/11/2018).

Di kampus ini, pagi tadi, Jokowi meresmikan Masjid Kampus Ki Bagus Hadikusumo dan perubahan status 6 Perguruan Tinggi Muhammadiyah serta peletakan batu pertama pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Dalam sambutannya, Jokowi melempar gagasan untuk membuka “Fakultas Kelapa Sawit” dan “Fakultas Kopi” di perguruan tinggi di tanah air. Alasannya, Indonesia memiliki 14 juta hektare lahan kelapa sawit kita, tapi tidak ada jurusan yang khusus mempelajarinya, mulai dari tahapan penanaman dan produksi hingga pemasaran. Demikian juga dengan kopi.  

“Negara kita ini memiliki kekuatan besar misalnya kelapa sawit, tapi sampai sekarang ini belum ada fakultas kelapa sawit. Ada yang namanya produk kopi, tidak ada di Indonesia ini (fakultasnya),” katanya.

“Cappucino itu yang mengeluarkan Italia, yang tidak punya jutaan kebun kopi. Kenapa kita tidak punya fakultas kopi yang mengurus mulai dari pembibitan, pemupukan, penanaman, diajari pascapanen, diajari bagaimana membuat produk, kemudian kita bisa membuat produk sendiri? Kapujowo, Kapugayo, kenapa tidak?” sambung Jokowi.

Dia meminta agar fakultas-fakultas yang ada segera merumuskan agenda riset yang baru. Sebab perkembangan telah membawa perubahan besar dalam jenis pekerjaan karena akan ada banyak jenis pekerjaan akan hilang di masa depan.

“Misalnya sekarang tukang pos pengantar surat sudah tidak relevan lagi sekarang ini. Contoh kecil saja, tapi nanti akan banyak sekali. Mungkin ke depan profesi kasir dan ‘teller’ akan semakin tidak dibutuhkan karena berkembangnya ‘e-banking’. Hal-hal seperti ini harus direspons,” katanya.

Siang harinya, setelah santap siang bersama, Jokowi menuju Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo untuk membuka Muktamar ke-21 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Rombongan Jokowi tiba sekitar pukul 13.20 WIB dan langsung menuju ruang tunggu sebelum acara dimulai. Sekitar 20 menit kemudian, acara pun dimulai dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan hymne Muhammadiyah.

Ketum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Velandani Prakoso, mengatakan sekitar 2.000 pelajar menghadiri muktamar ini.

“Hari ini lebih dari 2.000 pelajar berhimpun di Sidoarjo dalam rangka Muktamar ke-21 Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Menggambarkan bahwa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah telah melalui proses panjang,” kata Velandani di lokasi acara.

Dia melanjutkan, Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang sudah berdiri sejak 18 Juli 1981 perlahan tapi pasti mulai menjadi organisasi yang disegani di Indonesia. Bahkan kader-kadernya yang berada di cabang maupun ranting mampu memetik penghargaan nasional dan internasional.

“Seluruh struktur dan komoditas dan kader Ikatan Muhammadiyah dari cabang dan ranting terus menjawab tantangan zaman yang bergerak dinamis dan cepat,” kata Velandani.

Dalam acara ini turut hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Menristekdikti M Nasir, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menpora Imam Nahrawi, serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Agenda ini merupakan agenda terakhir Jokowi di Jawa Timur sebelum kembali ke Jakarta, Senin sore. (gunawan)

News Feed