oleh

PDIP Tolak Perda Syariah dan Injil

-Nasional-85 views

 

Jakarta, Radar Pagi – PDI Perjuangan (PDIP) menolak peraturan daerah (perda) berlandaskan ketentuan agama seperti perda syariah dan perda injil.  Sikap PDIP ini sejalan dengan sikap Partai Solidaritas Indonesa (PSI).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan perda syariah seharusnya tidak ada, karena semua aturan harus menginduk pada konstitusi, yakni Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Buat kami tidak ada perda syariah, peraturan daerah mana, provinsi mana, yang ada seperti itu? Semua aturan harus diturunkan dari konstitusi kita,” ucap Hasto di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (19/11/2018) malam.

Hasto menjelaskan perda berbasis aturan agama bertentangan dengan semangat untuk menempatkan setiap warga negara di kedudukan yang sama, padahal dalam konstitusi dan Pancasila, masyarakat tidak dibedakan berdasarkan agama.

Namun Hasto mengakui ada beberapa daerah yang diperbolehkan membuat aturan khusus tentang perda berbasis agama berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus, misalnya DI Aceh.

“Kalau untuk Aceh kan situasinya otonomi khusus, dengan melihat kekhasan daerah,” kata dia.

Hasto yakin sikap PDIP yang menolak perda syariah tidak akan berpengaruh pada elektabilitas pasangan capres-cawapres no urut 1, Jokowi-Ma’ruf Amin, dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Yang terpenting adalah menjalankan negara sesuai konstitusi,” katanya. (jar)

 

 

 

 

 

 

 

News Feed