oleh

‘Jeweran’ Amin Rais Kepada Haedar Nasir Tidak Sesuai Khittah Muhammadiyah

-Nasional-374 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais menyatakan akan ‘menjewer’ Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir jika lembaga itu tak menentukan arah dukungan pada Pemilihan Presiden 2019.

“Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nasir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di Pilpres. Kalau sampai seperti itu akan saya jewer,” ujar Amin Rais di sela Tabligh Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa (20/11/2018) kemarin.

Menanggapi hal tersebut,  Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menilai pernyataan Amien bertentangan dengan semangat khittah yang digagas dalam Muktamar Muhammadiyah tahun 1971 di Makassar. Dalam muktamar itu, jelas ditegaskan jika Muhammadiyah tidak terikat dengan partai politik apapun.

“Di dalam khittah Muhammadiyah, tidak ada anjuran Muhammadiyah harus melakukan penyeragaman pilihan politik dalam perhelatan Pilpres,” ujar Ketua umum DPP IMM Najih Prastiyo dalam keterangannya, Rabu (21/11/2018).

Menurut , khittah tersebut dipertegas dengan penetapan pada tanwir Muhammadiyah tahun 2002 yang digelar di Denpasar. Prinsip tanwir itu menegaskan Muhammadiyah berbeda dengan partai politik. 

“Sesuai dengan Khittah, kami tidak dukung mendukung pasangan calon,” tegas Najih.

Jika Muhammadiyah sampai mengeluarkan fatwa, dikhawatirkan Muhammadiyah akan terseret ke dalam pusaran politik praktis. “Lalu apa bedanya Muhammadiyah dengan tim sukses ataupun parpol pendukung calon presiden?” tanyanya.

Sementara itu, Sekjend DPP IMM Robby R Karman menegaskan Muhammadiyah adalah rumah bersama bagi seluruh elemen bangsa. Karena itu, DPP IMM mendukung sikap Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar  Nashir, yang menjaga netralitas dan  tetap berada di tengah sebagai ummatan wasathon.

“Yaitu dengan tidak memberi dukungan kepada salah satu capres,” kata Robby. (jar)

 

 

 

News Feed