oleh

Hanura: Tukang Ojek Juga Miris Lihat Prabowo

-Utama-90 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ucapan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengaku miris melihat tamatan SMA cuma jadi tukang ojek terus menuai polemik. Terbaru, Partai Hanura ikut menanggapi pernyataan Prabowo yang diucapkan saat berpidato dalam Indonesia Economic Forum 2018 itu.

Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah menilai bila Prabowo miris melihat tamatan SMA jadi tukang ojek, maka sebaliknya tukang ojek pun bisa miris melihat Prabowo.

“Para pengemudi ojek pun bisa saja merasa miris terhadap Prabowo juga,” kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Menurut Inas, para tukang ojek miris bisa saja miris melihat Prabowo yang berkali-kali maju di pilpres tapi selalu gagal.

“Karena (tukang ojek) melihat mantan mantu Presiden RI ke-2 tersebut selalu tersungkur di pilpres, sehingga kantongnya jebol demi membiayai ambisinya,” ujarnya. 

Inas menilai Prabowo selalu mengukur segala sesuatu berdasarkan materi, bukan berdasarkan baik buruknya suatu pekerjaan.

“Dia tidak memandang suatu pekerjaan itu baik atau buruk tapi berapa besar uang yang dihasilkan dari pekerjaan itu,” jelas Inas. 

Menurut Inas, ucapan Prabowo disebabkan eks Danjen Kopassus itu selalu mendapatkan sesuatu dengan mudah. Ia mencontohkan pangkat Prabowo di militer dan ketika Prabowo menikahi Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto)–anak Presiden RI ke-2, Soeharto.

“Kalau Prabowo merasa miris dengan profesi pengemudi ojek, itu karena dia sudah terbiasa sukses meraup apapun yang dia inginkan di zaman mertua-nya berkuasa di Indonesia, ketika Prabowo ingin keju maka yang didapat keju, ketika Prabowo ingin jadi jenderal maka pangkat letnan jenderal pun dia dapat,” sebut Inas.

“Bahkan ketika pengen anak presiden pun maka Titiek Soeharto yang dia dapat,” imbuh dia.

Sebelumnya, Timses Jokowi-Ma’ruf Amin mengkritik pernyataan Prabowo yang dinilai merendahkan profesi tukang ojek. Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, menyebut  pengojek lebih bermartabat daripada pengemplang utang.

Menurut Hasto, pekerjaan sebagai tukang ojek, tukang sayur, atau pedagang keliling adalah profesi yang bermartabat dan tidak patut direndahkan. Dia pun menyebut pemimpin seharusnya membangkitkan semangat, bukan sebaliknya.

“Yang dilakukan seorang pemimpin seharusnya menggelorakan semangat bagi mereka bahwa tukang sapu pun bermartabat selama dilaksanakan dengan tulus,” ujar Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2018).

Namun kubu Prabowo sendiri sudah melakukan klarifikasi. Menurut Sandiaga Uno, Prabowo hanya merasa galau karena seharusnya lulusan SMA punya kesempatan kerja lebih baik.

“Kalau ini (lulusan SMA jadi tukang ojek) merupakan suatu yang menjadi kekhawatiran dan kegalauan Pak Prabowo. Justru Pak Prabowo ingin mengangkat (tukang ojek) untuk bisa memiliki kesempatan yang lebih banyak, pekerjaan baru yang berkualitas,” kata Sandiaga di Balai Sudirman, Jalan Dr Saharjo, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018).

Dia menyebut Prabowo justru ingin menaikkan tingkat ekonomi rakyat. Harapannya, warga tak hanya mencari pekerjaan, tapi juga bisa membuka lapangan kerja. 

“Nah kami ingin justru para ojek online ini punya kesempatan untuk menaikkan dari kemampuan mereka dengan tentunya training yang cukup dan bisa menjadi bukan pencari lapangan kerja tetapi pencipta lapangan pekerjaan,” ujar Sandiaga.

Demikian pula Fadli Zon. Wakil Ketua DPR itu menjelaskan maksud Prabowo bukanlah menghina, melainkan ada pilihan pekerjaan yang lebih baik.

“Bukan berarti menghina, tapi bukan berarti merendahkan. Kan Pak Prabowo bilang bukan. Sama sekali bukan itu, tapi kan bisa lebih baik,” kata Fadli di kompleks DPR, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2018). 

Menurut Fadli, Prabowo bermaksud mengatakan banyak pilihan pekerjaan lain yang lebih baik, tanpa bermaksud merendahkan profesi pekerjaan yang lain.

“Saya kira maksudnya Prabowo itu mempunyai pilihan-pilihan (pekerjaan) yang lebih baik,” kata Fadli. (jar) 

Baca juga: http://radarpagi.com/oknum-wartawan-paksa-kepala-sekolah-beli-koran-seharga-jutaan/

News Feed